Optimasi Produksi Bibit Krisan (Dendranthema morifolium Ramat) Sistem Fotoautotrofik dengan Pemberian Gula Rendah dan Ventilasi
| dc.contributor.advisor | Wiendi, Ni Made Armini | |
| dc.contributor.advisor | Krisantini | |
| dc.contributor.author | Hani', Rizkiya | |
| dc.date.accessioned | 2018-04-20T03:25:15Z | |
| dc.date.available | 2018-04-20T03:25:15Z | |
| dc.date.issued | 2018 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91902 | |
| dc.description.abstract | Kultur jaringan merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman yang menumbuhkan tanaman dalam kondisi lingkungan buatan yang aseptik. Hal ini yang membuat planlet hasil kultur jaringan memiliki kualitas yang baik. Kelemahan dari teknik kultur jaringan konvensional salah satunya yaitu persentase hidup rendah ketika aklimatisasi. Kultur fotoautotrofik dapat mendorong eksplan melakukan fotosintesis pada tahap in vitro sehingga dapat meningkatkan persentase hidup planlet saat tahap ex vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi gula dalam media dan ventilasi dalam perbanyakan bibit tanaman krisan secara in vitro dengan sistem fotoautotrofik untuk meningkatkan daya hidup pada tahap aklimatisasi. Penelitian ini tersusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dua faktor dengan perlakuan konsentrasi gula (10, 20 dan 30 g L-1) dan jumlah ventilasi (1 dan 2 lubang). Terdapat 3 kontrol yaitu media MS0 + 4 mg L-1 CaP; MS2 + 4 mg L-1 CaP; dan MS2 + 4 mg L-1 CaP + 100 ml L-1 air kelapa dengan konsentrasi gula 30 g L-1 dan tanpa lubang ventilasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara konsentrasi gula dan jumlah lubang ventilasi pada persentase hidup ex vitro, diameter stomata dan kerapatan stomata. Pemberian ventilasi dapat meningkatkan pertumbuhan in vitro dan ex vitro. Perlakuan konsentrasi gula 30 g L-1 dengan ventilasi 2 lubang nyata memberikan pertumbuhan in vitro yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol. Tahap ex vitro perlakuan tersebut juga diperoleh persentase hidup bibit yang nyata lebih tinggi yaitu 80% dibandingkan dengan kontrol yaitu 45% dan jumlah bibit yang dihasilkan setelah ex vitro cutting nyata lebih banyak (43 bibit) dibandingkan kontrol (22 bibit). | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Agronomy | id |
| dc.subject.ddc | Ornamental plants | id |
| dc.subject.ddc | 2017 | id |
| dc.subject.ddc | Bogor, Jawa Barat | id |
| dc.title | Optimasi Produksi Bibit Krisan (Dendranthema morifolium Ramat) Sistem Fotoautotrofik dengan Pemberian Gula Rendah dan Ventilasi | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | ex vitro cutting | id |
| dc.subject.keyword | fotoautotrofik | id |
| dc.subject.keyword | krisan | id |
| dc.subject.keyword | micropore tape | id |
