Show simple item record

dc.contributor.advisorAcmadi, Suminar Setiati
dc.contributor.advisorYanto, Dede Heri Yuli
dc.contributor.authorSriyani, Dwi
dc.date.accessioned2018-04-20T02:25:34Z
dc.date.available2018-04-20T02:25:34Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91795
dc.description.abstractTumpahan, ledakan, dan malfungsi dapat terjadi selama aktivitas eksplorasi minyak dan gas lepas pantai. Minyak tumpah dapat dengan cepat mematikan organisme yang berada di garis pantai. Hidrokarbon aromatik polisiklik (HAP) adalah kelas hidrokarbon yang umumnya lebih beracun daripada yang jenuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan bioremediasi lingkungan. Teknik ini memanfaatkan dan memanipulasi kemampuan detoksifikasi organisme hidup untuk mengubah limbah organik berbahaya menjadi produk yang tidak berbahaya. Jamur pelapuk putih (WM 01) dari Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, Sumba, NTT, mampu menghasilkan enzim antara lain lakase dan mangan peroksidase (MnP) untuk mendegradasi minyak dan HAP. Minyak mentah konsentrasi 1000 dan 100000 ppm dapat didegradasi masing-masing 79 dan 55% dalam 30 hari. Sementara biodegradasi fenantrena, antrasena, dan benzo[a]pirena dalam 45 hari berturut-turut, 26, 25, dan 19%. Biodegradasi HAP menunjukkan aktivitas enzim lakase dan MnP masing-masing 43 dan 7 UL-1 dengan waktu inkubasi selama 45 hari dalam media cair. Hasil ini menunjukkan bahwa jamur WM 01 mampu mendegradasi minyak dan HAP.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcChemistryid
dc.subject.ddcBiodegradationid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleBiodegradasi Minyak Mentah dan Hidrokarbon Aromatik Polisiklik oleh Isolat Jamur Pelapuk Putihid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordbiodegradasiid
dc.subject.keywordHAPid
dc.subject.keywordjamur pelapuk putihid
dc.subject.keywordminyak mentahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record