| dc.description.abstract | Alergi pada manusia merupakan bentuk reaksi hipersensitivitas yang terjadi karena tubuh seseorang memproduksi antibodi IgE secara berlebih sebagai tanggapan terhadap adanya alergen. Alergi dapat terjadi di saluran pernapasan berupa asma dan rinitis. Faktor genetik dan lingkungan dapat menjadi pencetus terhadap kejadian alergi pernapasan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisafaktor pencetus serangan asma dan atau rinitis pada pasien alergi pernapasan di Poliklinik Alergi-Imunologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.Uji tusuk kulit menggunakan alergen-alergen serbuk sari rumput, kucing, anjing, kecoa, dan tungau debu telah dilakukan terhadap 90 pasien alergi pernapasan. Pasien diwawancara mengenai riwayat alergi pernapasan dari orang tua, dan faktor lingkungan pencetus alergi pernapasan seperti hewan peliharaan, keberadaan asap rokok, dan keadaan emosi. Penderita alergi pernapasan kebanyakan perempuan dan sebagian besar pasien alergi pernapasan dapat dideteksidengan uji tusuk kulit menggunakan alergen tungau debu, akan tetapi, setiap penderita alergi pernapasan belum tentu sama reaksinya terhadap setiap alergen dari 7 alergen uji tusuk kulit. Lebih dari 50% pasien alergi pernapasan memiliki riwayat alergi pernapasan dari orang tua. Keadaan emosi dan keberadaan asap rokok di dalam rumah bagi sebagian besarpasien alergi pernapasan dapat menjadi pencetus timbulnya gejala alergi pernapasan. | id |