Deteksi Kawanan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Keramba Jaring Apung Menggunakan Metode Akustik Aktif dan Pasif.
View/ Open
Date
2018Author
Randhi, Zulfathri
Hestirianoto, Totok
Pujiyati, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Penggunaan suara untuk mendeteksi sumberdaya ikan, yang diistilahkan
sebagai akustik perikanan, memiliki dua pembagian yaitu akustik aktif dan pasif.
Akustik aktif memiliki prinsip kerja mentransmisikan atau memancarkan pulsa
suara ke badan air dan kemudian dipantulkan oleh obyek seperti ikan. Sedangkan
akustik pasif merupakan metode yang menggabungkan ilmu biologi dan akustik
untuk mendeteksi atau merekam suara alami yang dihasilkan oleh hewan.
Kombinasi metode aktif dan pasif dalam bidang akustik untuk sasaran yang sama
yakni densitas kawanan ikan masih sangat jarang dilakukan, padahal diketahui
bahwa baik nilai hambur balik maupun intesitas suara memiliki proporsionalitas
dengan kepadatan dan kelimpahan.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemeruman pada kawanan ikan
nila menggunakan instrumen akustik aktif dan merekam suara alamiahnya
menggunakan instrumen akustik pasif. Penelitian ini dilakukan pada kawanan ikan
nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi terkontrol berjumlah 50, 100 dan 200
individu ikan dengan kisaran panjang total keseluruhan sampel 10-13cm. Akuisisi
data akustik aktif dan pasif dilakukan secara stasioner selama 15 menit pada
keramba jaring apung berukuran 2m×2m×1,8m menggunakan echosounder
CruzPro PcFF-80 frekuensi 200 kHz (akustik aktif) dan hydrophone Dolphin EAR
100 (akustik pasif). Data akustik aktif diolah menggunakan program Matlab
R2013b untuk menghasilkan nilai hambur balik volume (scattering volume, Sv),
data akustik pasif diolah menggunakan program Wavelab untuk memperoleh nilai
intensitas suara dalam domain frekuensi.
Hasil pengukuran Sv (akustik aktif) tertinggi diperoleh pada ikan berjumlah
200 individu saat makan yaitu -45,9052 dB dan terendah pada ikan 50 individu saat
makan yaitu -45,9102. Nilai regresi tertinggi diperoleh pada perlakuan saat makan
yaitu 0,9312. Intensitas suara ikan (akustik pasif) pada rentang frekuensi 0-7000 Hz
berada pada kisaran (-41,5) – (-23,8) dB. Kelas frekuensi 0-1000 Hz memiliki nilai
intensitas suara yang cenderung linear dengan jumlah ikannya pada semua
perlakuan baik sebelum makan, saat makan dan setelah makan, dengan nilai R2
berturut-turut sebesar 0,7016, 0,9566 dan 0,8977. Energi total suara ikan berjumlah
50 individu pada perlakuan sebelum makan yaitu sebesar 108,61 mV, saat makan
sebesar 215,16 mV dan setelah makan sebesar 171,91 mV. Pada ikan berjumlah
100 individu energi suara total yang dihasilkan pada perlakuan sebelum makan
sebesar 357,79 mV, saat makan 111,94 mV dan setelah makan 89,15 mV. Pada ikan
berjumlah 200 individu energi suara total yang dihasilkan pada perlakuan sebelum
makan, saat makan dan setelah makan secara berturut-turut yaitu 333,38 mV,
110,18 mV dan 173,36 mV. Hasil uji statistik Anova dan uji lanjut Tukey pada
energi suara ikan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara rata-rata
energi suara pada semua jumlah individu ikan dan perlakuan.
Collections
- MT - Fisheries [3210]
