Show simple item record

dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.advisorHermanto, Siregar
dc.contributor.authorLaksono, Hani
dc.date.accessioned2018-04-18T06:26:24Z
dc.date.available2018-04-18T06:26:24Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91404
dc.description.abstractProvinsi Jawa Timur telah merencanakan penetapan beberapa pusat pertumbuhan dengan harapan pembangunan yang terjadi di pusat pertumbuhan akan disebarkan ke wilayah belakangnya melalui mekanisme spread effect dan backwash effect. Namun tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi nasional ini tidak dirasakan oleh seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur secara merata. Hal ini diindikasikan oleh meningkatnya indeks gini dan indeks williamson dari tahun 2011 hingga tahun 2014. Fenomena ini bertolak belakang dengan hipotesis dari teori pusat pertumbuhan itu sendiri. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pertumbuhan ekonomi antarkabupaten/kota dari perspektif spasial di Provinsi Jawa Timur. Secara spesifik penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi eksistensi pengaruh spasial pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur, (2) mengidentifikasi eksistensi pengaruh langsung faktor pertumbuhan ekonomi di suatu kabupaten/kota terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota tetangganya di Provinsi Jawa Timur, (3) mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur, (4) mengkaji pengaruh spasial pertumbuhan ekonomi secara agregat antarkabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Uji Lagrange Multiplier, Spatial Durbin Model dan Spatial Lag Model dengan 6 matriks pembobot spasial serta analisis pengaruh marginal diaplikasikan pada 5 model pertumbuhan ekonomi di 38 kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 dari 5 model pertumbuhan ekonomi memiliki autokorelasi spasial. Dari keempat model yang memiliki autokorelasi spasial tersebut, 2 diantaranya menunjukkan adanya pengaruh langsung antara variabel bebas berupa variabel tingkat spesialisasi sektoral, variabel share industri dan variabel pendidikan di suatu kabupaten/kota dengan variabel terikat berupa variabel PDRB per kapita di kabupaten/kota tetangganya. Dari keempat model tersebut, hanya variabel pendidikan yang konsisten signifikan mempengaruhi variabel PDRB per kapita. Secara agregat, pengaruh spasial pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur bernilai negatif, yang artinya jika terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi di suatu kabupaten/kota akan cenderung berpengaruh pada penurunan pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota lain.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcRegional planningid
dc.subject.ddcProvince planningid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcJATIMid
dc.titlePengaruh Spasial Pertumbuhan Ekonomi antarkabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordpengaruh spasialid
dc.subject.keywordpertumbuhan ekonomiid
dc.subject.keywordspatial durbin modelid
dc.subject.keywordspatial lag modelid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record