View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Desain Pengelolaan Perikanan Berbasis Hak (TURF) Dengan Pendekatan Sistem Sosial-Ekologi (SES) Lamun Di Desa Bahoi, Sulawesi Utara

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (30.12Mb)
      Date
      2017
      Author
      Digdo, Akbar Ario
      Adrianto, Luky
      Wardiatno, Yusli
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosio-ekologi pada ekosistem lamun dan sistem sosial di Bahoi, Sulawesi Utara, Indonesia. Hasil penelitian hubungan manusia dan lamun ini akan digunakan sebagai referensi dalam mengkaji penerapan Terrritorial Use Rights Fisheries (TURF). Penilaian sosio-ekologi menggunakan pendekatan partisipatif dilakukan pada bulan Maret 2015-Februari 2016 untuk mengumpulkan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% ekosistem lamun berada pada kondisi baik, terdiri dari 7 spesies dan terdapat 31 jenis ikan yang hidup pada ekosistem tersebut. Area ini didominasi ikan herbivora dari famili Siganidae yang terdiri dari 9 spesies Siganus. Hubungan sosio-ekologi ditunjukan saat masyarakat melakukan kegiatan tangkap terhadap 23 jenis hewan yang mana ikan baronang menjadi komoditas tangkapan favorit disusul gurita dan bivalvia. Proses Multi Criteria Mapping (MCM) dilakukan untuk memilih skenario pengembangan yang paling tepat. Hasilnya, skema ekologi-ekonomi dipilih dan pendekatan pengelolaan diusulkan melalui pelaksanaan TURF. Hasil Participatory Diagnostic Adaptive Management (PDAM) menunjukkan bahwa pengelolaan perikanan di Bahoi sebaiknya digabung ke dalam pemerintahan desa sebagai suatu usaha milik desa dalam sebuah platform legal yang diberikan oleh pemerintah desa. Perwakilan para stakeholder terkait harus menjadi pertimbangan untuk menghindari konflik kepentingan. 7 aspek penting dalam desain TURF digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi kesiapan Desa Bahoi untuk menerapkan skema pengelolaan perikanan. Dari 7 aspek tersebut, hanya satu aspek saja yang dikategorikan dalam baik, enam aspek lain terbilang dalam kondisi sedang. Proses pengambilan keputusan taktis dibuat untuk merespon kondisi tersebut. Hasilnya ada enam rekomendasi pengelolaan yang ditawarkan yaitu 1) batas kelola harus jelas dan keberlangsungan ekosistem perlu dipelihara; 2) badan pengelolaan TURF perlu dikembangkan untuk meningkatkan dukungan dan pengembangan matapencaharian; 3) Jaringan desa dalam pengelolaan pesisir perlu ditingkatkan dan hubungan dengan pemangku kebijakan harus dibuat; 4) deliniasi geografis harus dibuat; 5) mekanisme TURF perlu dikembangkan; 6) pemisahan peran dan tanggungjawab harus menyesuaikan dengan karakteristik masyarakat lokal; 7) skema kapasitas administrasi dan pembagian hasil perlu dikembangkan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91379
      Collections
      • MT - Fisheries [3210]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository