Show simple item record

dc.contributor.advisorSimbolon, Domu
dc.contributor.advisorMustaruddin
dc.contributor.authorBahri, Samsul
dc.date.accessioned2018-04-18T05:15:43Z
dc.date.available2018-04-18T05:15:43Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91373
dc.description.abstractTuna madidihang (Thunnus albacares) merupakan sumberdaya ikan unggulan yang tersebar di wilayah perairan Provinsi Aceh. Selama ini para nelayan yang melakukan usaha penangkapan madidihang mengalami kendala dalam menentukan titik operasional daerah penangkapan ikan. Daerah penangkapan ikan yang tidak pasti dapat telah menurunkan produktivitas hasil tangkapan. Penentuan daerah penangkapan ikan dapat diduga dari kondisi perairan yang merupakan habitat dari suatu spesies dan biasanya digambarkan dengan parameter oseanografi. Suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a merupakan parameter oseanografi berperan penting untuk mengetahui keberadaan ikan tuna madidihang dan mempermudah dalam menganalisis daerah penangkapan ikan yang potensial yang terdapat di perairan Provinsi Aceh. Penentuan daerah potensial ikan madidihang dapat diasumsikan dengan mengetahui produksi dan produktifitas hasil tangkapan, berdasarkan lokasi (spasial) dan waktu (temporal) penangkapan serta ukuran ikan yang tertangkap pada masing-masing priode. Pengambilan data tangkapan tuna madidihang diperoleh dari sampel kapal dan sampel tersebut ditentukan secara purposive sampling. Data SPL dan klorofil-a hasil deteksi satelit Aqua Modis diolah dengan software ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan sebaran SPL di perairan Provinsi Aceh pada musim barat, musim peralihan, dan musim timur, berturut-turut adalah 25.00°C−30.00°C, 25.90°C−29.60°C dan 25.70°C−29.50°C. Pola penyebarabn suhu permukaan laut (SPL) secara spasial dan temporal pada bulan Januari−Agustus cenderung fluktuatif. Hal yang sama juga terjadi pada pola sebaran spasial dan temporal kandungan klorofil-a pada bulan Januari−Agustus 2015 pada musim barat, musim peralihan, dan musim timur di perairan Provinsi Aceh berturut-turut 02.00 mg/m³−1.40 mg/m³ 0.11 mg/m³−2.40 mg/m³ dan 0.12 mg/m³−1.60 mg/m³. Konsentrasi sebaran SPL dan kandungan klorofil-a yang terjadi mengalami pola yang sangat dinamis pada setiap daerah penangkapan. Produksi dan produktifitas hasil tangkapan ikan madidihang secara spasial dan temporal pada bulan Januar-Agustus sangat berfluktuasi. Daerah penangkapan ikan potensial terjadi pada bulan Januari-Februari (musim barat) yang meliputi wilayah perairan Pulau Aceh, Sabang dan Pulau Rondo, Sedangkan daerah penangkapan kurang potensial terdapat di wilayah perairan Samudera Hindia, Seumeulu dan perairan Barat Aceh, terjadi pada bulan Juni-Agustus (musim timur). Untuk perairan tidak potensial penangkapan ikan madidihang di Provinsi Aceh terdapat di perairan Utara Aceh dan Selata Malaka. Terjadinya peningkatan dan penurunan produktifitas hasil tangkapan ikan madidihang secara spasial dan temporal, menggambarkan bahwa keberadaan sumberdaya ikan madidihang di perairan Aceh di pengaruhi oleh faktor lingkungan dan lintang bujur.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcFish seawaterid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcProvinsi Acehid
dc.titleKarakteristik Daerah Penangkapan Madidihang (Thunnus albacares) Berdasarkan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a di Perairan Provinsi Acehid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordData citra satelitid
dc.subject.keywordklorofil-aid
dc.subject.keywordperairan Acehid
dc.subject.keywordSPLid
dc.subject.keywordtuna madidihangid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record