View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Interaksi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dengan Manusia di Taman Wisata Alam Grojogan Sewu (TWA GS), Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (13.73Mb)
      Date
      2017
      Author
      Syah, Moh Jafron
      Widayati, Kanthi Arum
      Juliandi, Berry
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Macaca fascicularis merupakan salah satu primata yang mudah beradaptasi terhadap berbagai tipe habitat, sebagai contoh habitat terganggu seperti taman wisata alam. M. fascicularis juga menjadi salah satu jenis hama di berbagai wilayah seperti Borneo, Malaysia, Mauritus, Sumatra dan Thailand karena merusak kebun sayuran dan buah-buahan di wilayah tersebut. Konflik antara M. fascicularis dengan manusia saat ini meningkat karena adanya perubahan ekologi, salah satunya M. fascicularis yang hidup di taman wisata alam. Beberapa taman wisata alam tidak memiliki zona penyangga (buffer zone) dengan area pemukiman. Hal ini menyebakan konflik antara M. fascicularis dengan manusia meningkat karena M. fascicularis mudah menjangkau area pemukiman. Penelitian mengenai interaksi antara M. fascicularis dengan manusia ini dilakukan di Taman Wisata Alam Grojogan Sewu (TWA GS) Tawangmangu yang berada di kabupaten Karanganyar, provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Agustus sampai November tahun 2016 pada kelompok patapan yang memiliki jumlah komposisi kelompok 79 individu, terdiri dari 18 individu jantan dewasa, 23 individu betina dewasa, 33 individu remaja dan 5 individu bayi. Interaksi antara M. fascicularis dengan manusia diamati secara langsung dan wawancara terhadap pengunjung, pekerja dan warga sekitar. Berdasarkan pengamatan secara langsung, frekuensi interaksi afiliasi antara mausia dengan M. fascicularis lebih tinggi jika dibandingkan dengan interaksi agonistiknya. Interaksi afiliasi paling dominan adalah duduk berdekatan diikuti oleh kontak fisik tanpa kekerasan. Interaksi agonistik yang paling dominan adalah mencuri barang, diikuti mengancam dengan mimik muka dan suara, meneriaki dan mengejar, mencakar, menggigit, dan yang paling sedikit adalah mengepung. Hasil wawancara menunjukan bahwa interaksi afiliasi paling dominan adalah M. fascicularis duduk berdekatan dengan manusia, kemudian interaksi agonistik paling dominan adalah interaksi pencurian barang yang dikarenakan M. fascicularis tertarik dengan makanan. Seluruh responden dalam wawancara menyatakan bahwa M. fascicularis di TWA GS perlu dibiarkan hidup dan menurut mereka upaya konservasi atau perlindungan terhadap M. fascicularis di tempat tersebut penting untuk dilakukan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91352
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4143]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository