Show simple item record

dc.contributor.advisorSunkar, Arzyana
dc.contributor.advisorSantosa, Yanto
dc.contributor.authorHasibuan, Salbiah Hanum
dc.date.accessioned2018-02-22T07:21:06Z
dc.date.available2018-02-22T07:21:06Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91094
dc.description.abstractKonservasi keanekaragaman hayati di taman nasional belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Kelestarian sumber daya alam hayati yang ada di taman nasional masih belum terjamin. Degradasi sumberdaya alam hayati masih terjadi dan hampir seluruhnya disebabkan oleh aktifitas manusia. Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa aspek sosial ekonomi terkait dengan keberhasilan konservasi. Namun hasil penelitian yang pernah dilakukan belum menunjukkan secara detil peubah sosial ekonomi mana yang berhubungan dengan peubah kinerja konservasi tertentu dan seberapa besar kekuatan hubungannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peubah sosial ekonomi yang menjadi penentu keberhasilan konservasi keanekaragaman hayati di taman nasional. Penelitian dilakukan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), dan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada bulan Juli hingga Oktober 2015 dengan metode observasi, studi pustaka, pengukuran dan wawancara yang melibatkan 150 responden yang dipilih secara acak di beberapa Resort di tiga taman nasional. Uji pearson corelation dipilih untuk menganalisis data agar dapat dilihat keeratan hubungan antar peubah yang diuji. Kinerja konservasi dilihat dari penurunan jumlah individu spesies, peningkatan perambahan, peningkatan pencurian sumber daya alam, peningkatan pelanggaran peraturan, interaksi positif, dan pemanfaatan sumber daya alam hayati. Peubah sosial ekonomi yang diamati adalah umur, pendidikan, pendapatan, tanggungan keluarga, matapencaharian, penguasaan lahan milik, penguasaan lahan taman nasional, jarak, pengetahuan konservasi, sistem religi & adat, sistem organisasi & kemasyarakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peubah penentu penurunan jumlah individu spesies adalah sistem religi & adat, pubah penentu peningkatan perambahan adalah umur dan jarak, peubah penentu peningkatan pencurian sumber daya alam hayati adalah penguasaan lahan milik, peubah penentu peningkatan pelanggaran peraturan adalah tanggungan keluarga, peubah penentu terjadinya interaksi positif antara masyarakat dengan taman nasional adalah umur dan jarak, dan peubah penentu pemanfaatan sumber daya alam hayati adalah pendidikan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcTropical Biodiversityid
dc.subject.ddcBiodiversity conservationid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcGunung Ciremai-JABARid
dc.titleIdentifikasi Peubah Sosial Ekonomi Penentu Keberhasilan Konservasi Keanekaragaman Hayatiid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordkonservasi keanekaragaman hayatiid
dc.subject.keywordpeubah penentuid
dc.subject.keywordpeubah sosial ekonomiid
dc.subject.keywordtaman nasionalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record