Show simple item record

dc.contributor.advisorHardinsyah
dc.contributor.advisorSetiawan, Budi
dc.contributor.authorFajarwati, Sulastri
dc.date.accessioned2018-02-22T02:59:56Z
dc.date.available2018-02-22T02:59:56Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91004
dc.description.abstractPuasa ramadhan adalah salah satu kewajiban umat Islam. Air merupakan komponen utama tubuh, karena sekitar 50-60% dari berat badan tubuh adalah air (Santoso et al. 2012). Asupan cairan saat bulan ramadhan akan berbeda, dikarenakan adanya perubahan waktu dan frekuensi makan dan minum. Saat berpuasa, bila tubuh kekurangan cairan, maka proses pembuangan racun (detoks) dari dalam tubuh menjadi tidak lancar (Hardinsyah 2011). Menurut Brizia (2014) bila tubuh terhidrasi dengan baik maka tubuh memiliki konsentrasi sitokin inflamasi yang rendah dalam serum dibandingkan keadaan dehidrasi. Beberapa perubahan metabolik dan hormonal terjadi pada tubuh saat puasa ramadhan dan beberapa penelitian sebelumnya mengkaji status hidrasi, inflamasi dan stres oksidatif subjek secara parsial pada subjek yang berpuasa, namun belum ada publikasi tentang kajian status hidrasi dikaitkan dengan inflamasi dan stres oksidatif subjek saat puasa ramadhan. Sehingga penelitian ini akan mengkaji status hidrasi, inflamasi dan stres oksidatif yang dibandingkan sebelum dan saat puasa ramadhan pada pria dewasa muda. Selain itu penelitian ini juga mengkaji perubahan pada hormon pertumbuhan pada pria dewasa muda sebelum dan saat puasa ramadhan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis status hidrasi sebelum dan saat ramadhan, 2) Mengidentifikasi total lemak tubuh dan status stres sebelum dan saat ramadhan, 3) Mengidentifikasi perbedaan kadar TNF-alpha, MDA dan IGF-1 sebelum dan saat puasa ramadhan, 4) Mengidentifikasi pengaruh status hidrasi, total lemak tubuh dan status stres pada kadar TNF-Alpha dan MDA saat puasa ramadhan. Desain penelitian ini adalah Chohort prospective study. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 18 subjek pria usia dewasa muda yang sehat. Berusia 19- 29 tahun berasal dari mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang berpuasa sebulan penuh selama ramadhan dan memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel urin dan darah dilakukan seminggu sebelum ramadhan dan minggu ke empat ramadhan. Pengukuran antropometri dan komposisi tubuh menggunakan pengukuran Biolectrical Impedance Analysis (BIA), asupan makan dan minum menggunakan metode food record 3x24 jam, aktivitas fisik menggunakan kuesioner aktivitas fisik 24 jam dan status kesehatan mental (stres) menggunakan Health Status Questionnaire (HSQ). Pengukuran status hidrasi menggunakan analisis berat jenis urin, kadar TNF-alpha dan IGF-1 menggunakan analisis serum (Enzyme Linked Immunosorbent assay) ELISA dan spektrofotometri untuk serum MDA di laboratorium stres oksidatif fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Analisis data menggunakan analisis Paired t-Test, Pearson, dan Analisis Regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa ramadhan memberikan manfaat pada penurunan berat badan, IMT, total lemak tubuh dan total air tubuh yang signifikan. Penurunan berat badan yang relatif kecil pada subjek, dapat dikarenakan penurunan sebagian besar rata-rata dari total air tubuh (kg) diikuti total lemak tubuh (kg). Rata-rata tingkat kecukupan konsumsi energi subjek sebelum puasa ramadhan 78.5±26.39% sedangkan saat puasa 69.1±17.52% meskipun cenderung menurun namun tidak berbeda signifikan dibandingkan sebelum puasa. Hal ini karena ada perubahan pola dan frekuensi yang lebih rendah dari konsumsi makanan dan minuman. Tidak ada perbedaan signifikan pada rata-rata nilai PAL (PhysicalActivity Level) sebelum dan saat puasa. Sebagian besar tingkat aktivitas subjek tergolong sedang, yaitu sebelum ramadhan (61.1%) dan saat puasa ramadhan (72.22%). Rata-rata nilai stres subjek sebelum dan saat puasa ramadhan tidak berbeda. Sebesar (77.78%) subjek memiliki status stres yang tidak baik pada saat sebelum dan saat puasa ramadhan. Berat jenis urin pada subjek saat puasa ramadhan meningkat. Keseluruhan subjek (100%) mengalami dehidrasi akut saat puasa ramadhan dibandingkan sebelum puasa ramadhan. Rata-rata kadar TNF-alpha meningkat dengan delta sebesar 2.608 pg/ml dan MDA sebesar 0.194 mmol/ml, serta ada peningkatan rata-rata hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 2.03 ng/ml yang dibandingkan dengan sebelum puasa ramadhan. Kadar TNF-alpha dipengaruhi secara signifikan oleh status puasa. Penelitian ini membuktikan bahwa puasa bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjaga sistem imun tubuh (sitokin TNf-alpha). Selain itu juga puasa ramadhan dapat menjadi salah satu alternatif diet sehat. Mengonsumsi cairan yang cukup selama puasa ramadhan sesuai kebutuhan agar jaringan dan organ tubuh senantiasa berfungsi secara optimal. Melaksanakan ibadah puasa dengan ketulusan dan iman agar perubahan ritme sikardian tubuh selama ramadhan dalam keadaan positif sehingga sistem imun tubuh bekerja secara optimal. Diperlukan studi untuk menganalisis status hidrasi, inflamasi dan stres oksidatif mempertimbangkan subjek dengan status gizi lebih sebelum dan setelah puasa ramadhan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcNutritionid
dc.subject.ddcHydration statusid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleStatus Hidrasi, Inflamasi dan Stres Oksidatif Pria Usia Dewasa Muda Sebelum dan Saat Puasa ramadhanid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordInflamasiid
dc.subject.keywordpuasa ramadhanid
dc.subject.keywordstatus hidrasiid
dc.subject.keywordstres oksidatifid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record