Show simple item record

dc.contributor.advisorSuprayudi, Muhammad Agus
dc.contributor.advisorUtomo, Nur Bambang Priyo
dc.contributor.advisorJusadi, Dedi
dc.contributor.authorWijianti, Hani
dc.date.accessioned2018-02-22T02:50:00Z
dc.date.available2018-02-22T02:50:00Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90974
dc.description.abstractIkan gabus menjadi komoditas budidaya ekonomis, selain sebagai ikan konsumsi, ekstrak ikan gabus dimanfaatkan dalam dunia medis untuk menyembuhkan beberapa penyakit karena kadar albuminnya yang tinggi. Namun hingga kini budidaya ikan gabus belum begitu populer, tertinggal dengan budidaya ikan nila maupun jenis ikan air tawar lainnya karena benih masih dari alam dan menggunakan pakan ikan rucah ataupun pakan komersil untuk ikan lain. Ikan rucah sebagai pakan memiliki beberapa kelemahan, seperti suplai, kualitas dan harga yang tidak menentu sehingga tidak dapat diandalkan. Sedangkan penggunaan pakan komersil untuk ikan lain yang sudah ada di pasar komposisi nutriennya tidak sesuai dengan kebutuhan ikan gabus. Untuk mengatasi permasalahan pakan maka perlu ada pakan khusus untuk ikan gabus. Pakan khusus berupa pellet yang diformulasikan sesuai dengan kebutuhan nutrien merupakan faktor penting untuk meningkatkan budidaya ikan gabus. Ikan dapat tumbuh secara maksimal jika terpenuhi kebutuhan nutriennya (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral). Kebutuhan protein ikan berkaitan dengan kebutuhan energi total (protein, karbohidrat, dan lemak). Oleh karena itu untuk mengoptimalkan pemanfaatan protein dan pertumbuhan ikan, membutuhkan rasio energi protein yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar protein dan rasio energi protein yang optimum bagi pertumbuhan ikan gabus pada pakan buatan practical diet. Penelitian dilakukan selama enam bulan terhitung dari bulan Agustus 2016 hingga Januari 2017 di Unit Pembudidaya Ikan Kota Depok. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 6 perlakuan yaitu A (32,5%;11,82 kkal GE g-1), B (32,5%;13,32 kkal GE g-1), C (37,5%:10,64 kkal GE g-1), D (37,5%:12,07 kkal GE g-1), E (42,5%:10,02 kkal GE g-1) dan F (42,5%:10,66 kkal GE g-1) dan masing-masing terdiri 4 ulangan. Ikan gabus dengan bobot rata-rata 6.21±0.03 g dipelihara dalam bak fiber berukuran 60×60×70 cm3 dengan volume air 150 L, pada kepadatan tebar 10 ekor bak-1, dan diberi pakan dengan salah satu perlakuan penelitian selama 60 hari pemeliharaan. Parameter yang diukur terdiri atas kinerja pertumbuhan (jumlah konsumsi pakan, retensi protein, retensi lemak, retensi energi, laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan dan ekskresi amonia ikan), glikogen hati dan otot serta biokimia darah (kolesterol, trigliserida, low-density lipoprotein, high-density lipoprotein, glukosa dan albumin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kadar protein dan rasio energi protein pakan berbeda, berpengaruh nyata terhadap kinerja pertumbuhan, komposisi proksimat tubuh dan biokimia darah ikan gabus. Perlakuan pakan dengan kadar protein 32,5% dan 37,5% peningkatan kadar protein pakan menaikkan laju pertumbuhan, dan perlakuan dengan rasio energi protein tinggi pada level protein pakan yang sama memberikan kinerja pertumbuhan yang lebih baik. Namun demikian, pada kadar protein pakan 42,5%, peningkatan rasio energi protein menyebabkan penurunan kinerja pertumbuhan. Peningkatan kadar protein pakan menghasilkan kenaikan ekskresi amonia, akan tetapi ekskresi amonia semakin menurun dengan meningkatnya rasio energi protein pakan. Peningkatan rasio energi protein pakan berkorelasi positif terhadap kadar lemak dan protein tubuh ikan. Hal yang sama juga terjadi pada glikogen hati dan otot. Tetapi hal sebaliknya pada kadar air tubuh ikan, yaitu berkorelasi negatif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan rasio energi protein pakan berpengaruh nyata dan berkorelasi positif terhadap kolesterol, trigliserida, high-density lipoprotein, glukosa dan albumin, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap low-density lipoprotein. Kesimpulan yang didapat adalah kinerja pertumbuhan optimal dicapai oleh kadar protein pakan 37,5% dan rasio energi:protein pakan 12.07 kkal GE g-1.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAquacultureid
dc.subject.ddcChanna striataid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleKinerja Pertumbuhan Ikan Gabus Channa striata yang Diberi Pakan dengan Kadar Protein dan Rasio Energi Protein Berbeda.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordalbuminid
dc.subject.keywordChanna striataid
dc.subject.keywordenergi, pertumbuhanid
dc.subject.keywordproteinid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record