Respon Empat Genotipe Hotong terhadap Cekaman Salinitas di Kultur Hara.
| dc.contributor.advisor | Ardie, Sintho Wahyuning | |
| dc.contributor.advisor | Wahyuning, Sintho | |
| dc.contributor.author | Muzzayyanah, Puput Noerfitriani | |
| dc.date.accessioned | 2018-02-02T01:32:59Z | |
| dc.date.available | 2018-02-02T01:32:59Z | |
| dc.date.issued | 2017 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90332 | |
| dc.description.abstract | Hotong (Setaria italica L. Beauv.) adalah tanaman serealia penghasil karbohidrat yang toleran terhadap kekeringan dan salinitas. Studi perbandingan antara genotipe toleran dan genotipe peka terhadap salinitas dapat membantu identifikasi sifat-sifat penting yang menentukan toleransi salinitas pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan arsitektur dan anatomi akar, dan akumulasi garam pada jaringan tanaman genotipe hotong yang berbeda toleransinya terhadap salinitas. Percobaan disusun berdasarkan rancangan kelompok lengkap teracak dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah genotipe hotong yang terdiri atas dua genotipe toleran (ICERI-5 dan ICERI- 6) dan dua genotipe peka (ICERI-4 dan ICERI-10). Faktor kedua adalah konsentrasi NaCl dalam larutan hara, terdiri atas 0 mM NaCl (1 dS.m-1) dan 60 mM NaCl (7 dS.m-1). Bibit (21 hari setelah semai) ditanam secara hidroponik selama 1 minggu sebelum perlakuan NaCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman salinitas secara signifikan menurunkan semua variabel pertumbuhan yang diamati, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, serta bobot basah dan kering tajuk dan akar pada 15 hari setelah perlakuan (HSP). Cekaman salinitas juga mengurangi jumlah dan panjang akar seminal dan lateral pada 5 HSP, menurunkan diameter akar dan meningkatkan jumlah rambut akar pada 5 HSP. Genotipe peka memiliki jumlah rambut akar yang lebih tinggi pada cekaman salinitas dibandingkan genotipe toleran. Genotipe peka juga mengakumulasi Na+ yang lebih tinggi pada bagian tajuk dibandingkan dengan genotipe toleran. Studi ini menunjukkan jumlah rambut akar dan akumulasi Na+ pada tajuk sebagai karakter utama yang membedakan taraf toleransi salinitas pada tanaman hotong. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Agronomy | id |
| dc.subject.ddc | Foxtail miller | id |
| dc.subject.ddc | 2017 | id |
| dc.subject.ddc | Bogor, Jawa Barat | id |
| dc.title | Respon Empat Genotipe Hotong terhadap Cekaman Salinitas di Kultur Hara. | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | anatomi akar | id |
| dc.subject.keyword | arsitektur akar | id |
| dc.subject.keyword | hotong, K+, Na+ | id |
| dc.subject.keyword | salinitas | id |

