| dc.description.abstract | Penggunaan nanopartikel magnetik besi oksida (Fe3O4) sebagai penghantar obat masih terus dikaji, terutama mengenai toksisitas dan efek sampingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nanopartikel magnetik yang dilapisi kitosan terhadap profil darah tikus. Penggunaan nanopartikel besi oksida (5 g/ml/KgBB) terhadap tikus jantan dewasa menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara perlakuan dan kontrol, baik terhadap hematologi dasar, kimia darah, maupun fragilitas membran eritrosit. Hal ini mengindikasikan bahwa nanopartikel magnetik berlapis kitosan tidak memicu respon stres seluler. Stabilitas kemagnetan darah yang dianalisis dengan VSM (Vibrating Sample Magnetometer) juga menunjukkan bahwa nanopartikel magnetik terdeteksi dalam darah dan cenderung menurun jumlahnya setiap waktu, sehingga diduga bahwa nanopartikel tersebut dapat didegradasi tubuh atau telah terdistribusi ke dalam organ tubuh. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nanopartikel besi oksida tidak bersifat toksik dan berpotensi sebagai penghantar obat, agen pengontras, dan aplikasi biomedis lainnya. | id |