Show simple item record

dc.contributor.advisorIchwandi, Iin
dc.contributor.authorPurnama, Dian
dc.date.accessioned2018-01-31T03:16:47Z
dc.date.available2018-01-31T03:16:47Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/89926
dc.description.abstractKPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Sumedang Divisi Regional Jawa Barat-Banten mengelola tiga kelas perusahaan yaitu kelas perusahaan jati, pinus dan karet dengan luas wilayah 37 572.63 ha. Pembangunan waduk Jatigede memerlukan lahan seluas 4 941 ha yang mencakup didalamnya lahan masyarakat seluas 3 580 ha dan lahan KPH di wilayah pengelolaan BKPH Cadasngampar yang mengkonversi lahan seluas 1 361 ha. Penggunaan kawasan hutan untuk waduk Jatigede di KPH Sumedang merupakan kegiatan merubah fungsi kawasan hutan menjadi fungsi bukan kawasan hutan. Dalam proses pembangunannya dilakukan dengan proses Tukar-Menukar Kawasan Hutan (TMKH) dan Pinjam-pakai Kawasan Hutan (PPKH). Luas struktur tegakan pinus yang dikonversi untuk waduk Jatigede mengakibatkan pertumbuhan kelas umur tegakan pinus tidak merata. Perubahan luas struktur tegakan pinus dengan pembangunan waduk Jatigede tidak berpengaruh besar terhadap kelestarian hasil produksi di BKPH Cadasngampar.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcForest productid
dc.subject.ddcForest managementid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcSumedang-JABARid
dc.titleImplikasi Penggunaan Kawasan Hutan untuk Waduk Jatigede Terhadap Kelestarian Produksi di KPH Sumedangid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKonversi lahanid
dc.subject.keywordpenggunaan kawasan hutanid
dc.subject.keywordtukar-menukar kawasan hutanid
dc.subject.keywordpinjam pakai kawasan hutanid
dc.subject.keywordkawasan hutanid
dc.subject.keywordbukan kawasan hutanid
dc.subject.keywordkelas umurid
dc.subject.keywordstruktur tegakanid
dc.subject.keywordkelestarian hasil produksiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record