Show simple item record

dc.contributor.advisorHartono, Arief
dc.contributor.advisorAnwar, Syaiful
dc.contributor.authorCahyani, Titik
dc.date.accessioned2018-01-30T03:23:10Z
dc.date.available2018-01-30T03:23:10Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/89798
dc.description.abstractFosfor (P) merupakan unsur hara makro esensial yang diperlukan dalam proses pertumbuhan dan produksi tanaman. Ketersediaan P di dalam tanah ditentukan oleh proses erapan dan pelepasan. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai karakteristik P dierap dan dilepaskan pada tanah sawah perlu diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik erapan dan pelepasan P pada tanah sawah di Pulau Jawa dan hubungannya dengan sifat-sifat fisikokimia tanah. Percobaan erapan dan pelepasan P dilakukan pada 22 contoh tanah sawah yang tersebar di Pulau Jawa. Data erapan dan pelepasan P disimulasikan menggunakan persamaan Langmuir untuk mendapatkan nilai erapan P maksimum (b), energi ikatan P oleh partikel tanah (k), dan standar kebutuhan P tanaman (P0.2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan Langmuir dengan baik mensimulasikan pola erapan P. Nilai b tanah sawah di Pulau Jawa berkisar dari 443 mg P kg-1 (Jombang) hingga 2090 mg P kg-1 (Demak). Nilai k memiliki nilai dari 0.02 L mg-1 (Jombang) hingga 0.64 L mg-1 (Jatisari). P0.2 dengan nilai terendah 1.96 mg P kg-1 (Jombang) dan tertinggi 194.43 mg P kg-1 (Jatisari). Setelah pelepasan P, nilai k pada contoh tanah mengalami peningkatan. Pelepasan P terendah adalah 1.54% (Cicalengka dan Buntu) dan yang tertinggi adalah 43.57% (Jombang). Nilai b berkorelasi positif dengan total C, Fe yang diekstrak dithionit-sitrat-bikarbonat (Fed), dan kadar klei. Nilai k berkorelasi negatif dengan pH (H2O) dan berkorelasi positif dengan total C, Fe yang diekstrak ammonium oksalat (Feo), Fed, dan kadar klei. Jumlah P yang mampu dilepas dalam persen berkorelasi positif dengan pH (H2O) dan berkorelasi negatif dengan total C, Feo, Fed, kadar klei, nilai b, dan nilai k. Oleh karena itu, semakin tinggi nilai Fed, Feo, dan kadar klei maka semakin tinggi nilai erapan P maksimum dan menurunkan nilai pelepasan P.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcSoil Propertiid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKarakteristik Erapan dan Pelepasan Fosfor pada Tanah Sawah di Pulau Jawa.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyworderapan Pid
dc.subject.keywordpelepasan Pid
dc.subject.keywordstandar kebutuhan P (P0.2)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record