Show simple item record

dc.contributor.advisorAchsani, Noer Azam
dc.contributor.advisorDilla, Salsa
dc.contributor.authorRachmadhanti, Dewi Purbandari
dc.date.accessioned2018-01-25T04:15:30Z
dc.date.available2018-01-25T04:15:30Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/89455
dc.description.abstractKrisis Asia 1998, krisis 2005, dan krisis subprime mortgage 2008 menyebabkan adanya risiko likuiditas, salah satunya disebabkan karena kegagalan kredit. Penurunan pertumbuhan kredit terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Oleh karena itu, penting untuk menjaga likuiditas melalui kebijakan giro wajib minimum dan interest rate. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon variabel makroekonomi pada guncangan giro wajib minimum dan interest rate serta besarnya kontribusi dari keduanya terhadap fluktuasi pada variabel makroekonomi. Penelitian ini menggunakan metode VECM dengan deret waktu dari 2005:7 hingga 2016:7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa giro wajib minimum dan interest rate dapat dijadikan komplemen dalam stabilitas harga, kontrol kredit, dan kontrol likuiditas. Selain itu, giro wajib minimum memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap kredit dan sektor eksternal, sedangkan interest rate memiliki kontribusi lebih besar pada inflasi dan spread suku bunga.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcInterest rateid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcIndonesiaid
dc.titlePengaruh Giro Wajib Minimum dan Interest Rate terhadap Variabel Makroekonomi di Indonesia.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordgiro wajib minimumid
dc.subject.keywordinterest rateid
dc.subject.keywordVECMid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record