Show simple item record

dc.contributor.advisorYuwono, Arief Sabdo
dc.contributor.authorKhoirunnisa, Fitriana
dc.date.accessioned2018-01-11T07:47:53Z
dc.date.available2018-01-11T07:47:53Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88952
dc.description.abstractPencemaran lingkungan yang utama adalah penurunan kualitas udara akibat debu jatuh dan partikel tersuspensi dari permukaan tanah. Tanah yang digunakan dalam penelitian yaitu jenis aluvial. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi bangkitan debu jatuh dan partikel tersuspensi terhadap kadar air tanah, kecepatan angin dan tutupan lahan, membandingkan bangkitan debu jatuh dan partikel tersuspensi sebelum dan sesudah upaya reduksi serta menganalisis distribusi ukuran debu jatuh dan partikel tersuspensi. Metode yang digunakan mengacu pada SNI 13-4703-1998 dan SNI 19-7119.3-2005. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata bangkitan debu jatuh sebelum upaya reduksi sebesar 5 ton/km2/bulan dan 4 ton/km2/bulan setelah upaya reduksi. Rata-rata bangkitan partikel tersuspensi sebelum upaya reduksi sebesar 33 μg/Nm3 dan setelah upaya reduksi sebesar 24 μg/Nm3. Bangkitan debu jatuh dan partikel tersuspensi berkorelasi positif dengan kecepatan angin dan berkorelasi negatif dengan kadar air tanah dan tutupan lahan. Distribusi ukuran partikel dengan ukuran <2.5 μm, 2.5 μm-10 μm dan >10 μm masing-masing sebesar 97.2%, 94.4% dan 8.4% .id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcCivil Engineeringid
dc.subject.ddcSoil Surfaceid
dc.subject.ddcBogorid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titleReduksi Bangkitan Debu Jatuh dan Partikel Tersuspensi dari Permukaan Tanah Aluvialid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyworddebu jatuhid
dc.subject.keywordkadar air tanahid
dc.subject.keywordkecepatan anginid
dc.subject.keywordpartikel tersuspensiid
dc.subject.keywordreduksiid
dc.subject.keywordtutupan lahanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record