Show simple item record

dc.contributor.advisorSyaukat, Yusman
dc.contributor.authorPermatasari, Diyana
dc.date.accessioned2018-01-11T06:40:17Z
dc.date.available2018-01-11T06:40:17Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88894
dc.description.abstractUpaya peningkatan produktivitas hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan pemberian input-input berbahan kimia secara intensif memberikan dampak negatif bagi lahan yaitu menyebabkan penurunan kualitas lahan (Surekha et al. 2013; Rai et al. 2014). Saat ini semakin berkembang gaya hidup yang sehat dan pemanfaatan kembali ke alam (back to nature) pada masyarakat baik lingkup nasional maupun internasional. Salah satunya pertanian organik yang menjadi perhatian baik di tingkat produsen maupun konsumen. Sertifikasi merupakan jaminan bagi konsumen dan memberikan keuntungan bagi petani. Produk organik yang dihasilkan petani memiliki harga yang lebih tinggi dan meningkatkan kepercayaan pasar. Namun petani masih ragu karena belum mengetahui apakah pertanian organik dapat meningkatkan pendapatan atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan input dan output produksi padi organik dan anorganik, membandingkan pendapatan petani padi organik dan anorganik, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi petani padi memilih sistem pertanian organik. Hasil penelitian menunjukkan output usaha tani padi organik 5,04 persen lebih tinggi dibandingkan output usaha tani padi anorganik namun proses produksi pada usaha tani padi organik lebih intensif dibandingkan pada usaha tani padi anorganik sehingga membutuhkan tenaga kerja lebih banyak. Harga gabah kering panen yang diterima petani padi organik lebih tinggi dibandingkan harga yang diterima petani padi anorganik dengan selisih Rp 480 per kg. Asosiasi Petani Organik Boyolali membeli hasil panen hanya dari sebagian petani padi organik karena jangkauan pemasaran yang masih terbatas. Pendapatan atas biaya total petani padi organik 13,50 persen lebih tinggi dibandingkan pendapatan atas biaya total petani padi anorganik. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani padi organik lebih menguntungkan dibandingkan usaha tani padi anorganik. Hasil dari analisis regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan secara statistik pada taraf nyata 5 persen terhadap keputusan petani memilih sistem organik di Desa Cepokosawit adalah usia petani dan pengalaman bertani. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan terkait pengembangan padi organik disertai dengan pemberdayaan kelompok tani dalam memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati yang banyak diperlukan dalam budidaya padi organik.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcIncomeid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBoyolali-Jatimid
dc.titleAnalisis Pendapatan dan Adopsi Sistem Usaha Tani Padi Organik di Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordanalisis pendapatanid
dc.subject.keywordmodel regresi logistikid
dc.subject.keywordpadi organikid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record