Show simple item record

dc.contributor.advisorSuwarsinah, Heny
dc.contributor.advisorPriatna, Budi
dc.contributor.authorRizki, January
dc.date.accessioned2018-01-08T06:42:19Z
dc.date.available2018-01-08T06:42:19Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88721
dc.description.abstractPengolahan ikan yang pada umumnya dilakukan di Indonesia yaitu dengan cara penggaraman/ pengeringan. Pengolahan dengan cara ini dilakukan secara sederhana dan belum menggunakan cara modern seperti mesin pengeringan. Pengrajin pada UMK pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu menggunakan para-para sebagai alat untuk mengeringkan ikan. Para-para dianggap inovasi karena cara ini pembaruan dari cara sebelumnya yaitu dengan menggunakan terpal dan lantai pada pinggir pantai. Inovasi lain yang diadopsi oleh pengrajin pada UMK pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu yaitu penggunaan kemasan. Penggunaan kemasan bertujuan untuk menarik minat pembeli. Inovasi dilakukan agar mampu bersaing dan dapat mempertahankan usaha. Inovasi bertujuan untuk meningkatkan kinerja usaha seperti produktivitas dan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik inovasi yang ada pada UMK pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu; menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi pada UMK pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu; dan menganalisis pengaruh adopsi inovasi terhadap kinerja UMK ikan kering di Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan di dua kelurahan yang merupakan sentra pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu yaitu Kelurahan Malabero dan Kelurahan Kandang Mas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sampel pengrajin ikan kering yang diambil sebanyak 130 responden. Metode SEM dengan bantuan software LISREL 8.30 digunakan untuk menganalisis pengaruh adopsi inovasi terhadap kinerja usaha mikro kecil (UMK) pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu yaitu penggunaan alat para-para dan kemasan memiliki ciri keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas, dan observabilitas yang baik. Inovasi memiliki tingkat kerumitan yang rendah dengan cara penggunaan yang lebih sederhana dari cara lain, mudah diperoleh, mudah digunakan, mudah dibuat dan mudah diaplikasikan. Karakteristik individu pengrajin ikan kering berpengaruh signifikan positif terhadap adopsi inovasi. Variabel yang berkontribusi paling besar yang merefleksikan karakteristik individu adalah pelatihan. Variabel karakteristik usaha tidak berpengaruh terhadap adopsi inovasi karena karakteristik usaha yang semakin meningkat memerlukan inovasi yang lebih baik lagi dari inovasi saat ini. Variabel dorongan lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi. Walaupun variabel persaingan tinggi dalam merefleksikan variabel dorongan lingkungan, namun pesaing dari luar daerah memiliki pangsa pasar sendiri. Variabel dukungan pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap adopsi inovasi. Adopsi inovasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMK pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu, di mana indikator para-para memiliki kontribusi lebih besar dari pada kemasan dan variabel produktivitas berpengaruh lebih besar dari pada penjualan dalam merefleksikan variabel kinerja UMK pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddcFish processingid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcKota Bengkuluid
dc.titlePengaruh Adopsi Inovasi Terhadap Kinerja Usaha Mikro Kecil (UMK) Pengolahan Ikan (Kasus: Usaha Penglolahan Ikan Kering di Kota Bengkulu).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordUMKid
dc.subject.keywordpegolahan ikan keringid
dc.subject.keywordadopsi inovasiid
dc.subject.keywordinovasi alatid
dc.subject.keywordinovasi kemasanid
dc.subject.keywordkinerja usahaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record