Show simple item record

dc.contributor.advisorMawardi, Wazir
dc.contributor.advisorRiyanto, Mochammad
dc.contributor.authorKairul
dc.date.accessioned2018-01-08T06:41:47Z
dc.date.available2018-01-08T06:41:47Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88718
dc.description.abstractBagan apung berdasarkan cara pengoperasiannya dikelompokkan ke dalam jaring angkat (lift net) yang menggunakan atraktor cahaya untuk menangkap ikan pelagis. Salah satu faktor pendukung keberhasilan perikanan bagan adalah cahaya sebagai alat bantu untuk memikat ikan. Penggunaan cahaya lampu tersebut dimaksudkan untuk mengumpulkan ikan target tangkapan pada area penangkapan (catchable area) sehingga dapat diatur waktu pengangkatan jaring yang tepat. Nelayan bagan apung di Aceh menggunakan lampu neon berwarna putih sebagai alat bantu penangkapan ikan. Saat ini berkembang lampu Light Emitting Diode (LED) biru sebagai alternatif sumber cahaya pada perikanan bagan yang hemat energi, namun belum diketahui efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran cahaya lampu neon dan LED biru di air maupun udara. Menganalisis hasil tangkapan bagan apung yang menggunakan lampu LED warna biru dengan lampu nelayan neon putih dan menentukan tingkat keuntungan lampu LED pada pengoperasian bagan apung. Pengambilan data dilakukan dengan uji coba penangkapan ikan dengan mengoperasikan 2 unit bagan secara bersamaan di lokasi yang berdekatan selama 10 hari operasi pada bulan September - Oktober 2016 di Gampoeng Lhoek Kruet, Kabupaten Aceh Jaya. Bagan pertama dengan menggunakan lampu neon sebagai kontrol dan bagan kedua dengan lampu LED biru. Hasil penelitian menunjukkan komposisi hasil tangkapan bagan dengan lampu neon selama penelitian hanya menangkap empat spesies yaitu teri (Stolephorus insularis) sebesar (55%), udang rebon (40%), layur (Trichiurus savala) (4%) dan cumi-cumi (Mastigoteuthis Flammea) (1%). Sedangkan bagan dengan LED biru terdiri dari 6 spesies ikan yaitu teri (Stolephorus insularis) sebesar 47%, rebon (Mysis relicta) 20%, layur (Trichiurus savala) 7%, cumi-cumi (Mastigoteuthis Flammea) 3%, gerot-gerot (Pamadasys maculatus) 7% dan talang-talang (Scomberoides commersonnianus) 16%. Penggunaan LED biru secara significant meningkatkan hasil tangkapan sebesar 31.15% dibandingkan lampu neon khususnya layur dan cumi-cumi. Lampu LED pada aktivitas penangkapan bagan bisa menghemat daya konsumsi bahan bakar minyak sebesar 23.53% dibandingkan dengan penggunaan lampu neon. Bagan yang menggunakan lampu LED lebih menguntungkan sebesar 13.73% dibandingkan lampu neon.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcMarine Technologyid
dc.subject.ddcFloating lift netid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcAceh Jayaid
dc.titlePenggunaan Lampu Light Emitting Diode (LED) Biru Terhadap Hasil Tangkapan Bagan Apung di Kabupaten Aceh Jayaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordBagan apungid
dc.subject.keywordLampu biruid
dc.subject.keywordLampu neonid
dc.subject.keywordLight Emitting Diode (LED)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record