Show simple item record

dc.contributor.advisorSetiawati, Mia
dc.contributor.advisorJusadi, Dedi
dc.contributor.advisorSuprayudi, Muhammad Agus
dc.contributor.authorIsmarica
dc.date.accessioned2018-01-08T04:34:35Z
dc.date.available2018-01-08T04:34:35Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88585
dc.description.abstractIkan betok (Anabas testudinieus Bloch) merupakan ikan air tawar yang potensial untuk dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi, namun ikan tersebut mengalami pertumbuhan lambat. Larva ikan betok yang baru menetas memiliki panjang tubuh 1.9±0.1 mm dan menjadi 8.7±1.3 mm dalam waktu 19 hari. Selama fase larva, pertumbuhan tidak terlepas dari proses pembentukan tulang sebagai kerangka tubuh. Pembentukan tulang membutuhkan unsur makro dan mikro mineral. Mikro mineral yang berperan dalam pembentukan tulang salah satunya yaitu seng (Zn). Mineral Zn merupakan unsur mikro yang banyak terakumulasi dalam tulang dan berperan sebagai kofaktor pada pembentukan tulang. Sehingga, Zn berperan untuk meningkatkan pertumbuhan. Oleh karena itu, Zn perlu disuplementasikan pada pakan alami melalui pengayaan untuk memenuhi kebutuhan Zn pada larva ikan. Pakan alami yang digunakan yaitu rotifer dan Artemia yang sudah diperkaya dengan Zn. Wadah pengayaan rotifer diisi air sebanyak 500 mL dari bak kultur rotifer dengan padat tebar 150-500 ind/mL. Kemudian, ditambahkan Zn dengan dosis yang berbeda (0.00, 0.01, 0.02, dan 0.03 mg mL-1). Pengayaan rotifer dilakukan selama 2 jam dan selanjutnya rotifer dipanen dengan cara disaring menggunakan plankton net. Pengayaan Artemia dilakukan pada akuarium berukuran yang diisi sebanyak 200 mL air tawar dan ditambah dengan garam sebanyak 6 g. Selanjutnya, Artemia dimasukan ke dalam wadah pengayaan dengan padat tebar kira-kira 1 nauplii/mL. Kemudian, ditambahkan Zn dengan dosis yang berbeda (0.00, 0.01, 0.02, dan 0.03 mg mL-1). Pengayaan Artemia dilakukan selama 12 jam. Artemia yang telah dipanen lalu dibilas dengan air tawar. Larva ikan betok yang baru menetas dengan ukuran panjang awal 1.65±0.15 mm. Kemudian, larva dipelihara di dalam akuarium yang sudah diisi air sebanyak 3 L/akuarium dengan padat tebar masing-masing akuarium 120 ekor (40 ekor/L) selama 18 hari. Larva pertama kali diberi pakan rotifer yang sudah diperkaya dengan mineral Zn. pada hari ke 2-5 setelah menetas. Pada hari 6-8, larva diberi Artemia sebanyak 12 ind/larva. Pada hari ke 9-15, Artemia diberikan sebanyak 28 ind/larva. Pada hari ke 16-18, larva diberi Artemia sebanyak 56 ind/larva. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 4 kali sehari. Untuk menjaga kualitas air dilakukan pergantian air sebanyak 50%. Hasil yang diperoleh yaitu pengkayaan rotifer dan Artemia dengan Zn 0.03 mg mL-1 menunjukkan hasil kandungan Zn yaitu 26.19-27.39 mg kg-1 pada pakan alami yang berpengaruh terhadap pembentukan tulang dan dapat meningkatkan panjang total (14.07±0.95 mm), pertumbuhan panjang (12.41±0.95 mm), dan kelangsungan hidup (70.55±11.70%) larva ikan betok. dosis 0.03 mg Zn mL-1 dapat dijadikan dosis yang dibutuhkan dalam pengayaan pakan alami untuk larva ikan betok untuk pembentukan tulang serta kinerja pertumbuhan larva ikan betok.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAquacultureid
dc.subject.ddcFreshwater fishid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titlePengkayaan Pakan Alami dengan Mineral Seng (Zn) Terhadap Pembentukan Tulang dan Pertumbuhan Larva Ikan Betok (Anabas testudinieus Bloch).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordArtemiaid
dc.subject.keywordikan betokid
dc.subject.keywordrotiferid
dc.subject.keywordZnid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record