Show simple item record

dc.contributor.advisorSutriah, Komar
dc.contributor.advisorMulijani, Sri
dc.contributor.authorEni, Hestuti
dc.date.accessioned2017-11-03T07:35:31Z
dc.date.available2017-11-03T07:35:31Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88289
dc.description.abstractPenurunan produksi minyak bumi terus terjadi dari tahun ke tahun. Penemuan cadangan minyak baru bukan merupakan hal mudah. Disisi lain, Indonesia mempunyai banyak lapangan minyak tua dengan sisa minyak yang masih relatif tinggi. Untuk itu, peningkatan produksi minyak tahap lanjut (EOR) perlu dilakukan. Injeksi kimia, khususnya surfaktan sebagai bagian dari aplikasi EOR sudah terbukti mampu meningkatkan perolehan minyak dari lapangan minyak tua. Namun demikian, ketersediaan surfaktan untuk aplikasi EOR masih sangat terbatas. Diperlukan banyak penelitian untuk menghasilkan formula surfaktan yang sesuai untuk lapangan-lapangan minyak tua di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. Beberapa surfaktan berbasis minyak sawit disintesa, yaitu surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES), Butil Ester Sulfonat (BES) dan Polietilen Dioleat Sulfonat (PDS). Ada tiga varian surfaktan PDS yaitu PDSH1, PDSH2 dan PDSH3. Proses sintesa surfaktan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu reaksi sulfonasi, pemutihan, netralisasi dan evaporasi. Perbedaan 3 jenis surfaktan PDS adalah pada lamanya waktu proses sulfonasi dilakukan, yaitu 120 menit, 90 menit dan 60 menit. Parameter uji screening seperti kompatibilitas, tegangan antarmuka (IFT), filtrasi, dan thermal stability dilakukan sebelum diaplikasikan pada lapangan minyak intermediet. Formulasi juga dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja surfaktan. Dari kelima varian surfaktan dan serangkaian hasil formulasi didapatkan formula terbaik 1% surfaktan PDSH3 yang memenuhi kriteria pada uji screening. Karakterisasi FTIR dan analisa gravimetri thermal dilakukan untuk menentukan gugus fungsi sulfonat dan mengukur degradasi perubahan massa surfaktan terhadap panas. Uji injeksi kimia skala laboratorium dilakukan dengan batuan standar dan menghasilkan peningkatan perolehan minyak sekitar 20%. Formula surfaktan yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan sehingga mampu meningkatkan perolehan minyak dari lapangan minyak tua. Untuk lebih mengoptimalkan kinerja surfaktan, formulasi lebih lanjut perlu dilakukan. Selain itu, perlu dilakukan variasi desain injeksi surfaktan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcChemistryid
dc.subject.ddcOil Productid
dc.subject.ddc2106id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleSurfaktan Berbasis Minyak Sawit untuk Aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR) pada Lapangan Minyak Intermedietid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordsurfaktanid
dc.subject.keywordtegangan antarmukaid
dc.subject.keywordformulasiid
dc.subject.keywordperolehan minyakid
dc.subject.keyworduji screeningid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record