Show simple item record

dc.contributor.advisorKawaroe, Mujizat
dc.contributor.advisorPrartono, Tri
dc.contributor.authorSagala, Herlina Adelina Meria Uli
dc.date.accessioned2017-08-14T03:18:56Z
dc.date.available2017-08-14T03:18:56Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87870
dc.description.abstractPencemaran logam berat merupakan salah satu tipe pencemaran laut. Upaya meminimalisir dampak pencemaran ini, metode bioremediasi dengan memanfaatkan mikroorganisme dapat mengurangi kandungan bahan berbahaya dan logam berat di perairan laut. N. oculata merupakan salah satu mikroorganisme yang dipercaya dapat menyerap bahan kimia berbahaya terkandung dalam air limbah industri. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh logam Zn dan Cu terhadap pertumbuhan sel, efisisensi biosorpsi kandungan metabolit primer dari N. oculata. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2015 - Juni 2016 di Laboratorium Algae Stasiun Lapang Kelautan FPIK, IPB, Palabuhanratu, Sukabumi, Laboratorium Produktivitas dan Lingkungan Perairan FPIK IPB Dramaga dan Laboratorium Terpadu IPB Baranang Siang. Penelitian ini menggunakan 3 jenis perlakuan yakni kontrol, penambahan seng dan tembaga dengan konsentrasi masing-masing 0.65 mg/l, 2.10 mg/l dan 3.30 mg/l. Parameter yang diukur selama penelitian adalah kepadatan sel, kualitas air, logam yang terserap dan kandungan metabolit primer. Kepadatan sel dihitung menggunakan haemoocytometer, pengujian kandungan metabolit primer meliputi karbohidrat, protein dan lipid dengan metode Total Sugar, Kjeldhal dan mojonier, sedangkan untuk logam yang terserap diukur dengan AAS. Kualitas air masih dalam kisaran optimum untuk pertumbuhan N.oculata yakni salinitas 25-30 ‰, pH 6.4–7.5, dan oksigen terlarut 1.7-3.0 mg/l. Kepadatan populasi sel N.oculata pada perlakuan kontrol 15.5 x106 sel/ml dengan laju pertumbuhan spesifik maksimum (kmaks) 0.85/hari, dimana hasil kontrol lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan seng dan tembaga. Kepadatan sel tertinggi pada penambahan seng adalah 14.05 x 106 sell/ml dengan laju pertumbuhan spesifik 0.64/hari (Zn 2.10 mg/l). Pada penambahan tembaga kepadatan sel tertinggi mencapai 13.15 x106 sel/ml dengan laju pertumbuhan 0.68/hari (Cu 0.65 mg/l). Penambahan seng pada media kultivasi menghambat pertumbuhan sel N.oculata 16.77 %, dan tembaga menghambat sekitar 29.03 %. Efisiensi penyerapan tertinggi pada penambahan seng mencapai 75.09 % (Zn 0.65 mg/l) dan pada tembaga 95.86 % (Cu 0.65 mg/l). Kapasitas biosorpsi N.oculata pada penambahan seng mencapai 0.95 mg/g dan penambahan tembaga mencapai 0.89 mg/g. Penambahan seng menunjukkan bahwa perlakuan Zn 0.65 mg/l memiliki nilai faktor biokonsentrasi tertinggi (0.163) dan Cu 0.65 mg/l pada tembaga (0.354). Kandungan metabolit primer yang dihasilkan oleh N.oculata seperti karbohidrat mencapai 19.1%, protein 15.44 % dan lipid 4.52 %. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi Zn dan Cu pada media kultivasi tidak secara langsung mempengaruhi laju pertumbuhan, kapasitas biosorpsi dan efisiensi penyerapan dari N. oculata.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcMicroalgaeid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleKemampuan Biosorpsi Logam Zn dan Cu Oleh Mikroalga Nannochloropsis Oculataid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordN. oculataid
dc.subject.keywordseng (Zn)id
dc.subject.keywordtembaga(Cu)id
dc.subject.keywordbioremediasiid
dc.subject.keywordkonsentrasiid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordhambatanid
dc.subject.keywordbiosorpsiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record