Show simple item record

dc.contributor.advisorTarman, Kustiariyah
dc.contributor.advisorDesniar
dc.contributor.authorBasir, Abdul
dc.date.accessioned2017-08-11T03:55:43Z
dc.date.available2017-08-11T03:55:43Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87826
dc.description.abstractRumput laut merupakan salah satu produsen primer di ekosistem perairan laut. Sebagian jenis rumput laut juga memiliki nilai ekonomis sebagai penghasil hidrokoloid (alginat, agar dan karagenan) yang secara luas digunakan dalam berbagai industri makanan dan farmaseutika. Metabolit sekunder yang diproduksi pada rumput laut biasanya untuk keperluan pertahanan diri dari gangguan predator alga seperti ikan, echinodermata, krustasea ataupun moluska. Tujuan penelitian ini adalah menentukan : 1) aktivitas antibakteri dan antioksidan alga hijau H. gracilis dan H. macroloba, 2) pengaruh perlakuan fisik dan induksi bakteri terhadap aktivitas antibakteri dan antioksidan, 3) kandungan komponen bioaktif, serta 4) fraksi aktif antibakteri. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan metanol dan dipekatkan dengan rotary evaporator. Ekstrak H. gracilis dan H. macroloba diuji terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Fraksinasi dilakukan dengan metode partisi cair-cair dan solid phase extraction (SPE). Uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan senyawa bioaktif ditentukan dengan uji fitokimia. Rendemen ekstrak kasar H. gracilis yang diperoleh adalah sekitar 18.55-23.94%, sedangkan rendemen ekstrak kasar pada H. macroloba sekitar 13.49-17.88%. Aktivitas antibakteri ekstrak kasar H. gracilis lebih tinggi dibandingkan dengan H. macroloba pada kedua bakteri uji. Perlakuan induksi bakteri (Vibrio harveyi dan Stenotrophomonas maltophilia) pada alga hijau H. gracilis menyebabkan penurunan aktivitas antibakteri pada bakteri uji E. coli. Induksi bakteri menyebabkan tidak adanya aktivitas antibakteri ekstrak kasar H. gracilis terhadap bakteri uji S. aureus. Perlakuan potong dan induksi bakteri pada H. macroloba terlihat meningkatkan aktivitas antibakterinya terhadap kedua bakteri uji. Aktivitas antibakteri tertinggi terlihat pada fraksi B H. gracilis utuh dengan zona hambat pada S. aureus dan E. coli masing-masing 7.00 mm dan 6.00 mm pada konsentrasi 0.2 mg/sumur. Zona hambat antibakteri hanya terlihat pada fraksi etil asetat setelah dilakukan partisi cair-cair. Hasil uji antioksidan menunjukkan ekstrak H. gracilis memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan H. macroloba pada semua perlakuan. Berdasarkan hasil uji fitokimia pada ekstrak kasar diketahui bahwa ekstrak H. gracilis mengandung fenol dan steroid, sedangkan ekstrak H. macroloba mengandung fenol dan saponin. Fraksi B diduga merupakan senyawa golongan steroid karena terbentuk bercak warna ungu ketika disemprot dengan pereaksi anisaldehida-asam sulfat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcMicroalgaeid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleAktivitas Antibakteri dan Antioksidan Alga Hijau Halimeda gracilis dan Halimeda macroloba dari Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribuid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordalga hijauid
dc.subject.keywordantibakteriid
dc.subject.keywordantioksidanid
dc.subject.keywordfraksinasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record