View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penentuan Masak Fisiologi dan Pematahan Dormansi Fisik Benih Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L. (DC))

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (13.52Mb)
      Date
      2017
      Author
      Enderayani, Dewi
      Suhartanto, M. Rahmad
      Palupi, Endah Retno
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L. (DC)) merupakan tanaman tropis yang tumbuh merambat, herbasius dan perenial. Benih kecipir mengandung protein yang cukup tinggi, sehingga kecipir dapat menjadi pangan alternatif sumber protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur panen yang tepat dalam menentukan masak fisiologi benih dan pematahan dormansi fisik pada benih kecipir. Penentuan masak fisiologi dibedakan menjadi 5 lot benih yaitu benih yang dipanen pada 43, 50, 57, 64, dan 71 hari setelah berbunga (HSB), dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pematahan dormansi dilakukan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor yaitu umur panen (43, 50, 57, 64, dan 71 HSB) dan skarifikasi fisik (tanpa skarifikasi, 1, 2, dan 3 kali). Skarifikasi fisik dilakukan menggunakan amplas kasar. Berdasarkan tolok ukur daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakan tumbuh, dan kecepatan tumbuh benih kecipir mencapai masak fisiologi pada umur 64 HSB dengan berat kering 0,38 g dan kadar air 18,38%. Tingkat dormansi dipengaruhi oleh umur panen. Perlakuan skarifikasi dapat meningkatkan viabilitas dan vigor pada benih yang dipanen sebelum masak fisiologi. Skarifikasi dengan amplas sudah cukup efektif dengan sekali penggosokan dalam mematahkan dormansi benih kecipir, dan dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih. Daya berkecambah pada saat masak fisiologi (64 HSB) setelah skarifikasi satu kali gosok sebesar 96%, potensi tumbuh maksimum 96,67%, indeks vigor 43,33%, keserempakan tumbuh 94,67%, dan kecepatan tumbuh 18,76% etmalˉ¹, sedangkan tanpa skarifikasi daya berkecambah sebesar 53,33%, potensi tumbuh maksimum 63,33%, indeks vigor 1,33%, keserempakan tumbuh 39,33%, kecepatan tumbuh 6,92% etmal ˉ¹.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87802
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository