| dc.description.abstract | Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan
bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis dan Tujuan
utama pertanian organik adalah menyediakan produk–produk pertanian, terutama
bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta tidak
merusak lingkungan. Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah penghasil
sayur kangkung bahkan jumlahnya terbesar di Jawa Barat. Meskipun pertanian
organik bagus secara lingkungan dan baik untuk kesehatan namun belum banyak
petani di Kabupaten Bogor yang menerapkan pertanian organik.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis aktivitas usahatani,
pendapatan usahatani dan membuat strategi pengembangan usahatani kangkung
organik. Metode penelitian ini menggunakan analisis faktor internal dengan matriks
IFE (Internal Factor Evaluation) terkait Kelembagaan usahatani, Sumber daya
manusia, Keuangan, Teknik Budidaya serta Pemasaran dan faktor eksternal dengan
matriks EFE (External Factor Evaluation) terkait Ekonomi, Sosial, Politik, Budaya,
demografi, lingkungan, kebijakan pemerintah, pesaing dan lingkungan sekitar
wilayah usahatani. Perpaduan antara faktor Internal (IFE) dan Eksternal (EFE)
menghasilkan matriks IE (Internal-External). Analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunities, Threats) di lakukan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman usahatani kangkung organik di Kabupaten Bogor dan untuk
mengetahui strategi terbaik di analisis dengan Matriks QSP (Quantitative Strategic
Planning)
Berdasarkan analisis aktivitas usahatani dan analisis pendapatan dari lahan
500 m2 dalam 1 tahun petani hanya mampu menjual kangkung organik ke pasar
organik sebesar 1.728 kg dengan harga Rp 6.000 dan 2.472 kg dijual ke pasar
tradisional dengan harga Rp 2.500. Total biaya produksi sebesar Rp 5.763.973 dan
penerimaan usahatani sebesar Rp 16.548.000 serta pendapatan usahataninya adalah
Rp 10.784.027 pertahun atau sekitar Rp 895.669 perbulan. Hal ini menujukkan
bahwa usahatani kangkung organik cukup menguntungkan secara finansial dan
akan dapat lebih menguntungkan bila seluruh kangkung organik dapat di jual ke
pasar organik. Berdasarkan Matriks IE yang merupakan analisis perpaduan antara
faktor internal (IFE) dan internal (EFE) menghasilkan Nilai total rata-rata IFE
sebesar 2,74 dan nilai total rata-rata EFE sebesar 3,58 yang artinya mendudukan
kondisi ini pada sel II. Pada posisi ini menunjukan bahwa usahatani kangkung
organik masih dalam tahap tumbuh dan diperlukan pembinaan untuk dapat terus
berkembang strategi yang cocok adalah Strategi Intensif yaitu dengan melakukan
penetrasi pasar serta pengembangan pasar dan berdasarkan Matrik SWOT serta
Matrik QSP 3 strategi teratas untuk pengembangan usahatani kangkung organik
adalah a) Perkuat dan perbaiki manajemen lembaga tani yang ada untuk
kepentingan kolektif dengan nilai TAS 6,87, b) Peningkatan SDM melalui
pelatihan-pelatihan dengan nilai TAS 5,85, c) Perluas jaringan pasar dengan nilai
TAS 5,63. | id |