Show simple item record

dc.contributor.advisorPoerwanto, Roedhy
dc.contributor.advisorSuketi, Ketty
dc.contributor.authorHasmini, Nian Rimayanti
dc.date.accessioned2017-07-19T02:32:17Z
dc.date.available2017-07-19T02:32:17Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87508
dc.description.abstractKulit buah jeruk siam saat dipanen umumnya berwarna hijau. Teknologi degreening menggunakan etilen diketahui dapat meningkatkan kualitas warna kulit jeruk tropika. Degreening merupakan proses perombakan pigmen klorofil sekaligus biosintesis karotenoid pada kulit jeruk tanpa mempengaruhi kualitas internal buah. Jeruk masih melakukan proses metabolisme seperti respirasi dan transpirasi selama penyimpanan. Penyimpanan jeruk tanpa pendingin dapat menurunkan kualitas fisikokimia buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi etilen dan durasi pemaparan etilen terhadap proses degreening serta mengkaji pengaruh sistem transportasi, degreening dan suhu penyimpanan rendah terhadap perubahan warna, sifat fisikokimia dan masa simpan jeruk siam. Percobaan dilakukan dua kali menggunakan jeruk siam asal Banyuwangi dan Pontianak dengan tingkat kematangan yang sama. Pada jeruk siam Banyuwangi, etilen 0, 100 dan 200 ppm diinjeksikan ke dalam wadah kedap udara yang berisi jeruk sekitar 2.8 kg. Proses degreening dilakukan pada cooling chamber dengan suhu 18 oC selama 24 jam, 48 jam dan 72 jam kemudian disimpan pada suhu ruang. Jeruk siam Pontianak diangkut menggunakan sistem transportasi berpendingin dan sistem transportasi konvensional, proses degreening menggunakan etilen 200 ppm selama 48 jam pada suhu 20 oC kemudian disimpan pada suhu 4oC, 8 oC, 12 oC dan suhu ruang (28 sampai 32 oC). Pengamatan dilakukan setiap 4 hari terhadap perubahan warna kulit dan sifat fisikokimia buah jeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi etilen 200 ppm dengan durasi pemaparan etilen 48 jam merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan kualitas warna kulit jeruk siam Banyuwangi dari hijau menjadi jingga kekuningan. Kandungan karotenoid meningkat dan kandungan klorofil total menurun, perubahan keduanya dipercepat oleh aplikasi etilen. Degreening dengan etilen tidak berpengaruh negatif terhadap kualitas fisikokimia jeruk siam Banyuwangi diantaranya vitamin C, asam tertitrasi total, padatan terlarut total, rasio PTT/ATT dan kekerasan buah. Warna kulit jeruk siam Pontianak mengalami perubahan dari hijau menjadi jingga cerah pada kombinasi perlakuan transportasi berpendingin, degreening dan suhu penyimpanan 12 oC. Jeruk siam Pontianak dengan perlakuan transportasi berpendingin memiliki kualitas warna dan sifat fisikokimia yang lebih baik dibandingkan dengan transportasi konvensional. Perkembangan warna kulit jeruk siam Pontianak lebih cepat pada suhu penyimpanan 12 oC dan suhu ruang dibandingkan pada suhu penyimpanan 4 oC dan 8 oC. Penyimpanan jeruk siam pada suhu ruang menyebabkan penurunan kualitas fisikokimia yang lebih cepat dibandingkan penyimpanan pada suhu 4 oC, 8 oC dan 12 oC.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcCitrusid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleDegreening dan Pengaturan Suhu Simpan untuk Meningkatkan Kualitas Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis var Microcarpa) Dataran Rendah.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordcitrus color chartid
dc.subject.keywordcitrus color indexid
dc.subject.keywordcooling chamberid
dc.subject.keywordkarotenoidid
dc.subject.keywordklorofilid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record