| dc.description.abstract | Pucuk daun dan kalus tebu PSJT 94-33, BR 194, PA 183 digunakan sebagai eksplan dalam studi regenerasi dan sebagai target transformasi. Transformasi gen fitase menggunakan empat metode, yaitu: 1) metode Enriquez-obregon et al. (1997); 2) metode Minarsih (2003); 3) metode Santosa et al. (2004); dan 4) modifikasi metode Minarsih (2003) dan metode Santosa et al. (2004). Kanamisin dengan konsentrasi 100 ppm digunakan untuk menyeleksi kalus bersifat tahan antibiotik. 80% kalus transforman (PA 183, PSJT 94-33, dan BR 194) yang dilakukan menggunakan metode Santosa et al. (2004) dan metode modifikasi terhadap Minarsih (2003) dan Santosa et al. (2004) mampu tumbuh pada media seleksi. Dari analisa PCR, BR 194 dan PSJT 94-33 membawa gen fitase. PA 183 belum berhasil diintroduksi dengan gen fitase. Media optimum untuk regenerasi kalus PSJT 94-33, PA 183, dan BR 194 adalah media MS dengan konsentrasi NAA 2 ppm dan kinetin 1,3 ppm, sedangkan media optimum untuk regenerasi kalus PSJT 94-33 transgenik adalah media MS dengan konsentrasi NAA 2 ppm, kinetin 1,3 ppm, dan vitamin (thiamin-hydrochloride, biotin, pyridoxine-hydrochloride, dan mioinositol) 0,3 ppm. | |