| dc.description.abstract | Produksi ikan tuna di PPS Bungus baru sekitar 36% yang diekspor, disebabkan mutu yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah Mengenali standar mutu tuna untuk ekspor segar dari PPS Bungus dan menghitung persentase mutu ikan tuna dan menentukan faktor penyebab rendahnya mutu tuna hasil tangkapan yang didaratkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 80 ekor madidihang didaratkan KM Bandar Nelayan II A di PPS Bungus, dimana hanya 21% atau 17 ekor saja yang lolos untuk ekspor. Terdapat dua pembagian nilai mutu tuna ekspor di PPS Bungus, yaitu mutu I dan II. Penyortiran madidihang untuk ekspor didasari pada kondisi tekstur, minyak dan warna daging serta tidak terdapat cacat pada kulit luar ikan. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat empat aspek faktor-faktor penyebab rendahnya mutu tuna hasil tangkapan, yaitu: Nelayan, Penanganan di atas kapal, penanganan di pelabuhan dan teknologi. Kurang pedulinya nelayan terhadap penanganan tuna hasil tangkapan serta penggunaan es curah pada palka penyimpanan ikan, dan suhu pada tempat penyimpanan ikan yang masih belum teratur menyebabkan banyak mutu tuna hasil tangkapan menjadi rendah. | id |