Show simple item record

dc.contributor.advisorSaefuddin, Asep
dc.contributor.advisorRizki, Akbar
dc.contributor.authorSanjaya, Gede Agus Eka
dc.date.accessioned2017-05-31T03:10:50Z
dc.date.available2017-05-31T03:10:50Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85711
dc.description.abstractIndex Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah index dari seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Index ini merupakan indikator utama untuk melihat kondisi pasar modal Indonesia. Investor yang ingin berinvestasi di pasar modal biasanya membuat strategi investasi dengan menganalisis kondisi IHSG. Permalan diperlukan sehingga investor dapat melihat kondisi IHSG dan membuat keputusan dalam berinvestasi. Vector Error Correction Model (VECM) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk pemodelan dan peramalan. Penelitian ini menggunakan data deret waktu bulanan dari Januari 2009 sampai Februari 2015. Estimasi VECM menghasilkan model dengan 1 lag dan memiliki 1 persamaan kointegrasi. Tidak ada variabel yang mempengaruhi IHSG pada jangka pendek (p-value>0.05). Sedangkan dalam jangka panjang semua variabel mempengaruhi IHSG. Dibandingkan dengan ARIMA, VECM menghasilkan hasil peramalan yang baik dan memiliki galat yang lebih kecil. Hal ini mengindikasikan VECM lebih baik dari ARIMA dalam memodelkan data IHSG.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcStatisticsid
dc.subject.ddcStatistical modelsid
dc.titlePerbandingan Autoregressive Integrated Moving Average dan Vector Error Correction Model dalam Peramalan Data Index Harga Saham Gabunganid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordPeramalanid
dc.subject.keywordIndeks Harga Saham Gabunganid
dc.subject.keywordsahamid
dc.subject.keywordVECMid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record