| dc.description.abstract | Penggunaan herbisida sintetis yang tidak bijaksana berdampak buruk bagi lingkungan karena dapat menyebabkan pencemaran. Potensi senyawa alelopati tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida. Daun Eucalypthus pellita berpotensi untuk dijadikan bioherbisida karena mengandung zat alelopati. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Eucalypthus pellita sebagai bioherbisida pasca tumbuh dan mengetahui taraf konsentrasi yang dapat menekan atau mengendalikan gulma pascatumbuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2016 hingga Juni 2016. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ekotoksikologi Limbah dan Agen Hayati, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian dan Green House Kebun Percobaan Cikabayan Institut Pertanian Bogor. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari lima konsentrasi yaitu 0 g/l (kontrol), 100 g/l, 200 g/l, 300 g/l, dan 400 g/l. Gulma target antara lain Borreria alata, Asystasia intrusa, Cyperus brevifolius dan Eleusine indica. Ekstrak daun Eucalyptus pellita menghambat pertumbuhan tinggi gulma Asystasia intrusa dan Borreria alata pada konsentrasi 30% dan gulma Cyperus brevifolius pada konsentrasi 40%, tetapi tidak menekan pertumbuhan tinggi gulma Eleusine indica. Ekstrak daun Eucalyptus pellita menekan pertambahan jumlah daun gulma Asystasia intrusa dan Borreria alata, tetapi tidak menekan pertambahan jumlah daun gulma Cyperus brevifolius dan Eleusine indica. Ekstrak daun Eucalyptus pellita tidak menekan pertumbuhan panjang akar gulma Asystasia intrusa, Borreria alata, Cyperus bravefolius dan Eleusine indica. Ekstrak daun Eucalyptus pellita merusak pada gulma Asystasia intrusa, Borreria alata, Cyperus bravefolius, dan Eleusine indica. Ekstrak daun Eucalyptus pellita menunjukkan gejala fitotoksisitas hanya pada gulma Asystasia intrusa dan Borreria alata pada konsentrasi 20% | id |