Show simple item record

dc.contributor.advisorWiendi, Ni Made Armini
dc.contributor.authorDevi, Hana Paramitha Almira Sari
dc.date.accessioned2017-05-31T02:41:11Z
dc.date.available2017-05-31T02:41:11Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85643
dc.description.abstractTingginya kebutuhan akan produk minyak esensial mentol dari M. piperita di Indonesia yang sangat besar, akan tetapi belum mampu untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Penelitian ini mempelajari pengaruh konsentrasi kitosan, BAP dan gula yang tepat terhadap daya proliferasi tunas Mentha piperita serta kandungan mentol sebagai hasil dari metabolit sekunder Mentha piperita di Laboraturium Kultur Jaringan II, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, sedangkan uji kandungan metabolit di Laboraturium Pengujian Mutu Obat, Makanan dan Kosmetik, Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia. Percobaan ini dilakukan selama 4 bulan dari bulan Maret 2016 hingga September 2016. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan perlakukan tiga faktor dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Faktor pertama adalah kitosan dengan dua taraf konsentrasi yaitu 0 mg L-1 dan 0,5 mg L-1, dengan komposisi media MS sebagai media dasar. Faktor kedua yaitu Benzil Adenin (BA) dengan empat taraf konsentrasi yaitu 0 mg L-1, 1 mg L-1, 2 mg L-1 dan 3 mg L-1 . Faktor ketiga yaitu konsentrasi gula dengan taraf yaitu 3%, 4%, dan 5%. Analisis kandungan metabolit sekunder menggunakan metode Gas Chromatografi Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian ini menunjukkan interaksi tiga faktor penambahan konsentrasi kitosan, BA dan gula tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yangn diamati. Interaksi dua faktor antara BA dan kitosan mempengaruhi peubah jumlah eksplan berkalus, jumlah tunas (3 dan 5 MSP) dan jumlah daun pada minggu ke 8 MSP. Interaksi dua faktor antara BA dan gula mempengaruhi peubah jumlah tunas (1, 4, 5, 6 dan 7 MSP), jumlah eksplan berakar dan bobot basah planlet. Penambahan BA nyata mempengaruhi peubah eksplan berkalus, jumlah tunas, jumlah daun, jumlah buku, skor akar dan bobot basah. Penambahan gula nyata mempengaruhi peubah jumlah daun, jumlah buku dan jumlah tunas. Penambahan kitosan nyata hanya mempengaruhi peubah eksplan berkalus. Perlakuan yang memberikan jumlah tunas tertinggi dengan penambahan 30 g L-1 gula + 2 mg L-1 BA tanpa penambahan kitosan. Bobot basah tertinggi terdapat pada perlakuan penambahan 50 g L-1 gula + 2 mg L-1 BA tanpa penambahan kitosan. Pemberian 1 mg L-1 BA + 40 g L-1 gula menghasilkan planlet dengan kandungan mentol tertinggi yaitu 0,29 mg g-1 biomassa dan bobot total dari 40 eksplan yang ditanam sebesar 5,886 mgid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcMintsid
dc.subject.ddcBogor - Jawa Baratid
dc.titleProduksi Biomassa dan Kandungan Mentol Secara in vitro Melalui Proliferasi Tunas Tanaman Mentha piperita L. Dengan Penambahan Kitosan, BA dan Gulaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBenzyladenin (BA)id
dc.subject.keywordGC-MSid
dc.subject.keywordkitosanid
dc.subject.keywordMenthaid
dc.subject.keywordmentolid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record