Show simple item record

dc.contributor.advisorMunibah, Khursatul
dc.contributor.advisorTjahjono, Boedi
dc.contributor.authorHardianto, Triawan Wicaksono
dc.date.accessioned2017-05-29T01:29:09Z
dc.date.available2017-05-29T01:29:09Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85559
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pola spasial dan sebaran dari masing-masing lahan sawah dan usaha penggilingan padi guna mengetahui ketepatan manajemen pengelolaan pertanian yang efektif dan efisien, serta melakukan analisis keterkaitan sebaran lokasi usaha penggilingan padi terhadap tipe usaha penggilingan padi (penerimaan gabah) guna melihat hubungan kemudahan aksesibilitas masyarakat terhadap pangan di Kecamatan Cilaku, Kecamatan Karangtengah, dan Kecamatan Mande, di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Analisis pola spasial lahan sawah dan usaha penggilingan padi ini dilakukan dengan menggunakan Average Nearest Neighbor (ANN). Selain itu, analisis sebaran lahan sawah dan usaha penggilingan padi terhadap kemiringan lereng dan jalan dilakukan menggunakan teknik Overlay (tumpang tindih) dan metode Euclidean Distance. Analisis keterkaitan penerimaan gabah dengan kemiringan lereng, jarak terhadap jalan, dan asal gabah dilakukan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola spasial lahan sawah di Kecamatan Cilaku, Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Mande berturut-turut adalah bergerombol (Clustered), menyebar (Dispersed), dan bergerombol (Clustered). Selain itu, pola spasial lokasi usaha penggilingan padi di tiga kecamatan tersebut juga beturut-turut tergolong menyebar (Dispersed), bergerombol (Clustered), dan bergerombol (Clustered). Sebesar 75,47% rata-rata luas lahan sawah dan sebesar 93,90% rata-rata lokasi usaha penggilingan padi di tiga kecamatan daerah penelitian berada pada kemiringan lereng < 8% (datar). Adapun luasan lahan sawah tertinggi di tiga kecamatan tersebut terdapat pada jarak 100 m – 200 m dari jaringan jalan yakni sebesar 36,01% sedangkan sebesar 88,09% lokasi usaha penggilingan padi terdapat pada jarak 0 – 100 m dari jaringan jalan. Kemiringan lereng dan jarak jalan memiliki pengaruh yang “cukup” terhadap penerimaan gabah di Kecamatan Cilaku sedangkan faktor kemiringan lereng dan jalan relatif berkorelasi “lemah” terhadap penerimaan gabah di Kecamatan Mande. Adapun kedua faktor tersebut tidak memberikan pengaruh yang nyata pada penerimaan gabah di Kecamatan Karangtengahid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Scienceid
dc.subject.ddcCianjurid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titleDistribusi Spasial Lahan Sawah dan Penggilingan Padi Serta Kaitannya dengan Kemiringan Lereng dan Jarak Jalan: Studi Kasus di Tiga Kecamatan, Kabupaten Cianjurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordLahan sawahid
dc.subject.keywordLerengid
dc.subject.keywordPenggilingan padiid
dc.subject.keywordPola Spasialid
dc.subject.keywordSebaranid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record