| dc.description.abstract | Remaja obes merupakan salah satu masalah penting bagi sistem pelayanan
kesehatan yang dihubungkan dengan kualitas hidup. Di Indonesia, prevalensi
gemuk meningkat dari 1.4 % menjadi 7.3% pada tahun 2013 (Kemenkes 2013).
Efek obesitas pada anak-anak dan remaja yang perlu menjadi perhatian adalah
munculnya penyakit kardiovaskular di masa depan (Reilly 2006). Buah naga merah
telah diketahui memiliki manfaat kesehatan dan berpotensi sebagai sumber
antioksidan alami (Adnan et al. 2011). Buah naga merah dapat mengurangi
resistensi insulin, hipertrigliseridemia, dan menekan peningkatan serum total
kolesterol (Omidizadeh et al. 2014; Gengatharan et al. 2015). Selain buah naga
merah, olahraga aerobik memegang peranan penting dalam pencegahan dan kontrol
resistensi insulin, prediabetes, dan diabetes mellitus tipe 2 (Colberg et al. 2010).
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
pemberian pakan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan olahraga terhadap
indeks massa tubuh (IMT), glukosa darah, dan profil lipid tikus obes. Tujuan khusus
meliputi: 1) Membuat model tikus obes dan diabetes 2) Mengetahui berat badan
(BB), panjang badan (PB), IMT, dan lingkar perut (LP) setelah masa pengemukan,
3) Mengetahui rata-rata konsumsi pakan tikus selama masa intervensi, 4)
Menganalisis pengaruh perlakuan terhadap IMT tikus obes dan diabetes, 5)
Menganalisis pengaruh perlakuan terhadap glukosa darah tikus obes dan diabetes,
6) Menganalisis pengaruh perlakuan terhadap profil lipid darahantara lain
kolesterol total (Kol-T), high density lipoprotein cholesterol (HDL-K), trigliserida
(TGA) dan low density lipoprotein cholesterol (LDL-K) tikus obes dan diabetes.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan
rancangan acak lengkap (RAL). Sebanyak 20 tikus jantan Sprague-Dawley dibagi
ke dalam 5 kelompok: pakan standar (PS), pakan tinggi lemak (PTL), pakan tinggi
lemak + olahraga (PTL+OR), pakan tinggi lemak + tepung buah naga merah
(PTLBNM), dan pakan tinggi lemak + tepung buah naga merah + olahraga
(PTLBNM+OR). PTLBNM merupakan campuran antara tepung buah naga merah
dan PTL dengan rasio 5:1. Jenis olahraga dalam penelitian ini adalah renang. Tikus
harus berenang selama 8 menit, 3 kali per minggu. Intervensi dilakukan selama 4
minggu setelah 18 minggu masa penggemukan.
Indikator antropometri (BB, PB, LP, IMT) meningkat signifikan selama masa
penggemukan. Berat badan tikus meningkat sebesar 292.83 ± 25.63 g, PB sebesar
5.06 ± 1.66 cm, LP sebesar 5.34 ±1.13 cm, dan IMT sebesar 0.42 ±0.07 g per cm2.
Rata-rata IMT setelah masa penggemukan sebesar 0.74 ± 0.05 g per cm2. Hal ini
berarti tikus berhasil digemukkan dan dikatakan obes menurut Novelli et al. (2007)
yaitu IMT ≥ 0.68 gcm-2.
Kelompok yang diberikan intervensi olahraga memiliki konsumsi pakan yang
lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak diberikan intervensi olahraga.
Jumlah konsumsi kelompok PTL+OR dan kelompok PTLBNM+OR masingmasing
sebesar 17.63 g hari-1 dan 16.80 g hari-1.
Perlakuan tidak berpengaruh signifikan terhadap BB dan IMT baik sebelum
maupun setelah intervensi. Namun, terdapat kecenderungan penurunan BB dan
IMT pada kelompok PTL+OR, PTLBNM, dan PTLBNM+OR dan sebaliknya
terjadi peningkatan pada kelompok PS dan PTL.
Perlakuan berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah.
Selama intervensi terjadi penurunan kadar glukosa yang signifikan pada kelompok
yang diberi pakan berbasis tepung buah naga merah, olahraga, dan kombinasi
keduanya dibandingkan dengan PS dan PTL. Kelompok PTLBNM+OR memiliki
rata-rata penurunan glukosa terbesar (173.50 ± 7.14 mg/dl). Hal ini berarti baik
intervensi olahraga maupun pakan buah naga merah memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah. Kelompok yang diberi
kombinasi antara pakan buah naga merah dan olahraga merah memiliki pengaruh
yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok yang diberi buah naga merah
atau olahraga saja.
Perlakuan berpengaruh signifikan terhadap Kol-T, TGA, dan LDL-K setelah
intervensi tetapi tidak signifikan terhadap HDL-K. Kelompok yang diberikan
intervensi buah naga merah maupun olahraga secara signifikan dapat menurunkan
Kol-T, TGA, dan LDL-K dibandingkan dengan PS dan PTL. Namun, kelompok
yang diberikan kombinasi buah naga merah dan olahraga memiliki pengaruh lebih
besar terhadap penurunan Kol-T dan TGA dibandingkan dengan pakan buah naga
merah maupun olahraga saja.
Kesimpulannya, berat badan, panjang badan, lingkar perut, dan indeks massa
tubuh meningkat setelah masa penggemukan. Olahraga memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap penurunan konsumsi makan. Buah naga merah dan olahraga
memiliki kecenderungan menurunkan BB dan menekan terjadinya peningkatan
lingkar perut. Baik buah naga merah maupun olahraga berperan penting terhadap
kontrol glukosa dan profil lipid darah. Kombinasi antara buah naga merah dan
olahraga memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap penurunan kadar glukosa,
Kol-T, dan TGA. | id |