Show simple item record

dc.contributor.advisorDjajakirana, Gunawan
dc.contributor.advisorSumawinata, Basuki
dc.contributor.authorSyah, Angga Iman
dc.date.accessioned2017-05-10T07:16:59Z
dc.date.available2017-05-10T07:16:59Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85140
dc.description.abstractPengukuran mesofauna tanah penting dilakukan untuk melihat keragaman hayati dan keseimbangan ekosistem. Salah satu cara pengukuran mesofauna tanah ialah metode ekstraksi. Beberapa metode ekstraksi mesofauna tanah ialah Berlese dan Kempson, serta terdapat metode lainnya ialah hand sorting. Metode Berlese banyak digunakan di tanah mineral dalam ekstraksi mesofauna tanah, sedangkan pada tanah gambut tidak banyak dilakukan. Hal tersebut dikarenakan tanah gambut yang lokasinya sulit dijangkau oleh para peneliti, di sisi lain terdapat beberapa penelitian menunjukkan hasil yang kurang representatif. Namun, ketika mengamati mesofauna tanah secara langsung di lapangan, mesofauna tanah tersebut mempunyai populasi yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan metode yang sesuai untuk pengukuran mesofauna di tanah gambut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan metode ekstraksi yakni metode Berlese dan Kempson serta metode lainnya adalah modifikasi hand sorting untuk mencari metode yang paling sesuai pada lahan gambut di tiga tipe penggunaan lahan. Penelitian ini menggunaan tiga tipe penggunaan lahan yakni Hutan Tanaman Industri (HTI) akasia umur 6 bulan, HTI akasia umur 36 bulan dan hutan konservasi. Contoh tanah diambil dari lahan PT RAPP di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Masing-masing penggunaan lahan diambil contoh tanah dari tiga titik secara acak. Pengukuran mesofauna tanah ditetapkan dengan menggunakan metode hand sorting, Berlese dan Kempson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Acari yang paling dominan di tiga tipe penggunaan lahan dengan metode hand sorting dan Kempson, sedangkan Collembola yang paling dominan menggunakan metode Berlese. Berdasarkan nilai kepadatan total individu di tiga penggunaan lahan, metode Kempson mempunyai nilai yang paling tinggi, sedangkan metode hand sorting mempunyai nilai yang paling rendah. Berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon mesofauna tanah di tiga tipe penggunaan lahan pada metode Kempson mempunyai keragaman yang paling tinggi, sedangkan metode Berlese mempunyai keragaman yang paling rendah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSoil scienceid
dc.subject.ddcMesofaunaid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcRiau-Sumatraid
dc.titleMetode Penetapan Mesofauna Tanah yang Sesuai pada Area Lahan Gambut di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riauid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBerleseid
dc.subject.keywordhand sortingid
dc.subject.keywordKempsonid
dc.subject.keywordhutan konservasiid
dc.subject.keywordhutan tanaman industriid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record