Show simple item record

dc.contributor.advisorKosmaryandi, Nandi
dc.contributor.advisorPurwawangsa., Handian
dc.contributor.authorIrhamna, Rifka Rubianti
dc.date.accessioned2017-05-08T03:39:03Z
dc.date.available2017-05-08T03:39:03Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84595
dc.description.abstractSalah satu kebijkan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang diambil untuk keberlanjutan kehidupan masyarakat yang ada di dalam kawasan yaitu dengan penetapan zona tradisional. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret 2016. Lokasi penelitian dilakukan pada Resort Balai Kencana dan Resort Balik Bukit, SPTN III Krui, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Provinsi Lampung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mempelajari persepsi masyarakat dan pengelola tentang zona tradisional. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur kepada masyarakat dan pengelola. Hasil penelitian menunjukan batas alam Zona Tradisional yang termasuk dalam Resort Balai Kencana merupakan sungai, talang, dan bendungan. Sungai utama yang menjadi pembatas yaituWay Laay, Way Krui dan Way Tenumbang. Batas buatan yang telah dibuat yaitu berupa pal batas dan seng zonasi. Belum adanya kesepahaman batas dari masyarakat, hal ini dapat dilihat dari repong damar yang dimanfaatkan masyarakat masih banyak yang berada di luar Zona Tradisional. Pemanfaatan repong damar yang sudah dilakukan masyarakat sejak taman nasional belum terbentuk, hingga saat ini masyarakat masih melakukan pemanfaatan repong damar.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEcotourismid
dc.titleKajian Batas Zona Tradisional Krui dan Bentuk-bentuk Pemanfaatannya di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Provinsi Lampungid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordbatasid
dc.subject.keywordrepong damarid
dc.subject.keywordResort Balai Kencanaid
dc.subject.keywordzona tradisionalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record