Show simple item record

dc.contributor.advisorBriawan, Dodik
dc.contributor.advisorRimbawan
dc.contributor.authorKoerniawati, Ratu Diah
dc.date.accessioned2017-05-04T04:01:58Z
dc.date.available2017-05-04T04:01:58Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84225
dc.description.abstractKehamilan pada usia remaja merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu. Menurut WHO (2011), terdapat sekitar enam belas juta (sekitar sebelas persen dari seluruh penduduk dunia) perempuan berusia 15 – 19 tahun melahirkan setiap tahunnya. Remaja hamil berusia dibawah 16 tahun, empat kali lebih berisiko terhadap kejadian kematian ibu daripada perempuan yang hamil pada usia diatas 20 tahun. Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia adalah beberapa risiko yang dapat terjadi pada kehamilan remaja. Berdasarkan data Riskesdas (2013) proporsi ibu hamil yang mengalami KEK di Jawa Barat sebesar (21.6%) dan (34.6%) diantaranya adalah ibu hamil berusia 15 – 19 tahun (Balitbangkes 2013). Tingginya angka kejadian KEK dan anemia dapat terjadi karena keterlambatan melakukan pemeriksaan kehamilan di trimester pertama dan jarang atau tidak melakukan pemeriksaan selama kehamilan (antenatal care). Remaja hamil umumnya (84%) baru memeriksakan kehamilannya pada trimester 2 – 3, salah satu alasannya dikarenakan ibu hamil tersebut tidak mengetahui kehamilan awal (Thato 2007). Meningkatnya risiko kehamilan pada remaja juga dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang pemeriksaan kehamilan, risiko kehamilan (anemia dan KEK), dan asupan zat gizi. Penelitian Rosliza et al. (2011), menyatakan bahwa hanya sekitar (44.2%) contoh yang memiliki pengetahuan baik mengenai antenatal care. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan praktik antenatal care dengan risiko KEK dan anemia pada kehamilan remaja di Kota Bogor. Tujuan khusus penelitian ini, yaitu: 1) Menganalisis pengetahuan antenatal care (anemia dan kurang energi kronis) pada remaja hamil; 2) Menganalisis praktik remaja hamil mengenai antenatal care; 3) Menganalisis praktik remaja hamil mengenai perawatan kehamilan di rumah; 4) Menganalisis status gizi (risiko KEK dan anemia) remaja hamil; 5) Menganalisis hubungan pengetahuan, praktik antenatal care, dan praktik perawatan kehamilan di rumah dengan risiko KEK; dan 6) Menganalisis hubungan pengetahuan, praktik antenatal care, praktik perawatan kehamilan, dan risiko KEK dengan anemia. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross-sectional. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan Januari hingga Maret 2016 di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat yaitu Kelurahan Bogor Selatan, Bondongan, Cipaku, dan Lawang Gintung. Sampel darah diambil untuk mengetahui kadar hemoglobin dan diperiksa di Laboratoriun PKU Muhammadiyah, Bogor. Contoh pada penelitian ini berjumlah 72 remaja hamil berusia dibawah 20 tahun. Analisiss statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 36.1% remaja hamil memiliki risiko KEK dan hampir setengahnya mengalami anemia (45.8%) pada kehamilannya. Pengetahuan antenatal care mengenai KEK dan anemia pada remaja hamil di Kecamatan Bogor Selatan masih rendah (73.6%). Terdapat banyak remaja hamil yang pertama kali memeriksakan kehamilannya di trimester kedua dan ketiga (30.6%), sebagian besar remaja hamil mengonsumsi tablet tambah darah (88.9%), namun kepatuhan konsumsi tablet tambah darah masih kurang (34.7%), dan sebagian besar remaja hamil belum pernah mengikuti kelas ibu hamil (84.7%). Tingkat kecukupan zat gizi remaja hamil seperti energi (37.5%), protein (88.9%), Fe (90.3%), dan vitamin C (81.9%) masih sangat rendah. Konsumsi susu saat hamil meningkat dibandingkan sebelum hamil (84.7%). Sebagian kecil remaja hamil memiliki kebiasaan konsumsi jamu dan merokok (2.8%), hampir setengah dari total contoh memiliki makanan pantangan selama kehamilan (47.2%), dan seperempat contoh yang melakukan pemijatan selama kehamilannya (23.6%). Dari hasil uji Chi-square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, praktik antenatal care dan perawatan kehamilan remaja di rumah dengan risiko KEK (p< 0.005). Selain itu juga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, praktik antenatal care, praktik perawatan kehamilan remaja di rumah, dan risiko KEK dengan anemia (p< 0.005).id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcNutritionid
dc.subject.ddcAnemiaid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleHubungan Pengetahuan Dan Praktik Antenatal Care Dengan Risiko Kek Dan Anemia Pada Kehamilan Remaja Di Kota Bogorid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordanemiaid
dc.subject.keywordantenatal careid
dc.subject.keywordkehamilan remajaid
dc.subject.keywordkurang energi kronisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record