Pengembangan Ekowisata Di Suaka Margasatwa Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau
| dc.contributor.advisor | Arifin, Hadi Susilo | |
| dc.contributor.advisor | Soekmadi, Rinekso | |
| dc.contributor.author | Haris, Muaz | |
| dc.date.accessioned | 2017-05-03T06:32:10Z | |
| dc.date.available | 2017-05-03T06:32:10Z | |
| dc.date.issued | 2017 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84170 | |
| dc.description.abstract | Suaka Margasatwa Bukit Bukit (SMBB) merupakan kawasan rawa gambut habitat bagi flora dan fauna endemik. SMBB memiliki luas 21.500 ha yang terletak di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. Keunikan ekosistem serta flora dan faunanya membuat kawasan SMBB menarik untuk dikunjungi. Ekowisata merupakan salah satu kegiatan wisata yang sesuai dikembangkan di SMBB. Pengembangan ekowisata tersebut harus sesuai dengan fungsi kawasan dan daya dukungnya, untuk itu perlu diketahui karakteristik dan potensi obyek dan daya tarik wisata alam (ODTWA) di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) menganalisis kondisi obyek dan daya tarik wisata alam; (2) menganalisis daya dukung; (3) merumuskan strategi pengembangan ekowisata di SMBB. Analisis potensi obyek dan daya tarik wisata alam menggunakan pedoman Analisis Daerah Operasi-Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Ditjen PHKA (2003). Analisis daya dukung menggunakan formula Douglass (1982). Strategi pengembangan ekowisata menggunakan analisis SWOT. SMBB memiliki potensi obyek dan daya tarik wisata alam yang layak untuk dikembangkan. Potensi obyek wisata dan daya tarik wisata yang terdapat di SMBB yaitu: (1) keindahan sungai dan tasiknya; (2) flora dan fauna; (3) kawasan gambut; (4) pondok dan perkebunan masyarakat; (5) stasiun riset ekominawisata Balitbang dan Canopy tower; (6) pondok penelitian jepang; dan (7) wisata jelajah desa. Jumlah wisatawan sesuai dengan daya dukung ekologi kawasan untuk masing-masing kegiatan wisata yaitu: (1) jumlah wisatawan untuk kegiatan berkemah adalah 14.116 orang/tahun; (2) untuk kegiatan berperahu 57.935 orang/tahun; (3) untuk pengamatan burung 2.380 orang/tahun. Perumusan strategi pengembangan ekowisata di SMBB menghasilkan 9 strategi, yaitu: (1) mengembangkan kawasan SMBB sebagai lokasi ekowisata; (2) SMBB sebagai alternatif lokasi ekowisata Provinsi Riau;(3) meningkatkan pemahaman masyarakat pemtingnya kawasan; (4) membuat blok pengelolaan; (5) pengelola harus bekerjasama dengan Pemerintah, LSM dan masyarakat; (6) memperluas promosi; (7) ketegasan terhadap pelanggaran di kawasan harus ditingkatkan; (8)masyarakat sebagai actor ekowisata; (9) kesadaran masyarakat terhadap sampah | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Economics | id |
| dc.subject.ddc | Ecotourism | id |
| dc.subject.ddc | 2016 | id |
| dc.subject.ddc | Bengkalis -Riau | id |
| dc.title | Pengembangan Ekowisata Di Suaka Margasatwa Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | daya dukung | id |
| dc.subject.keyword | daya tarik | id |
| dc.subject.keyword | SWOT | id |
| dc.subject.keyword | cagar biosfer | id |
| dc.subject.keyword | wisata | id |

