| dc.description.abstract | Perkembangan jumlah pelaku usaha UMKM tekstil di Kabupaten Bogor
menurun hingga 11.67 persen sejak tahun 2012 (dari 377 pelaku usaha hingga 333
pelaku usaha) sampai dengan tahun 2013. Salah satu hambatan yang dihadapi oleh
industri tekstil termasuk UMKM dibidang konveksi pakaian jadi adalah sulitnya
mendapat akses permodalan dari perbankan. Penelitian ini dilakukan untuk
menganalisis pengaruh modal usaha (modal tetap dan modal kerja) dan faktorfaktor
lainnya terhadap omzet usaha mikro, kecil, dan menengah konveksi pakaian
jadi. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS) dengan
model regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal tetap,
modal kerja, dan jumlah produksi perusahaan berpengaruh terhadap omzet UMKM
konveksi pakaian jadi di Kabupaten Bogor. Sementara variabel sumber modal tetap,
lama usaha, dan tingkat pendidikan pemilik tidak berpengaruh terhadap omzet
UMKM konveksi pakaian jadi di Kabupaten Bogor. | id |