Show simple item record

dc.contributor.advisorHartana, Alex
dc.contributor.advisorRianti, Puji
dc.contributor.authorRahayu, Restuti
dc.date.accessioned2017-03-03T04:29:54Z
dc.date.available2017-03-03T04:29:54Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83591
dc.description.abstractSindrom Down merupakan gejala ketidak normalan fisik dan mental pada manusia. Kromosom penderita sindrom Down berjumlah 47 karena trisomi kromosom nomor 21 (trisomi 21). Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membahas keberadaan anak sindrom Down sebagai murid di SLB Kota Semarang. Metode yang digunakan meliputi wawancara langsung dengan orang tua dari murid sindrom Down di 8 SLB yang menerima anak sindrom Down yaitu SLB Kota Semarang yang berjumlah 80 orang serta mencatat nilai IQ anak sindrom Down. Anak sindrom Down di Kota Semarang kebanyakan dilahirkan oleh ibu yang berusia berkisar 35-39 tahun (34%), akan tetapi ibu muda usia 20-24 tahun (5%) juga melahirkan anak sindrom Down. Pada umumnya anak sindrom Down merupakan anak bungsu dalam keluarga (78%). Nilai IQ anak sindrom Down termasuk ke dalam retardasi mental sedang (moron) atau berat (imbesil).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcBiologyid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcSemarang-Jawa Tengahid
dc.titleSindrom Down di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Semarang, Jawa Tengah.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordmongolismeid
dc.subject.keywordIQ (Intelligence Quotient)id
dc.subject.keywordsindrom Downid
dc.subject.keywordusia ibu melahirkanid
dc.subject.keywordtrisomiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record