Show simple item record

dc.contributor.advisorLubis, Djuara P
dc.contributor.advisorSusanto, Djoko
dc.contributor.advisorPurnaningsih., Ninuk
dc.contributor.authorSulaiman, Adhi Iman
dc.date.accessioned2017-03-01T04:44:44Z
dc.date.available2017-03-01T04:44:44Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83420
dc.description.abstractTuntutan dan tantangan di era demokratisasi dan otonomi daerah telah terjadi perubahan paradigma pembangunan dari sentralistik menjadi partisipatif. Pembangunan memberikan kesempatan lebih luas dan terbuka bagi aspirasi masyarakat di tingkat lokal melalui forum komunikasi antar pemangku kepentingan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pemangku kepentingan adalah pelaku utama yang menentukan proses, pelaksanaan hasil dan evaluasi pembangunan dalam Musrenbang. Tujuan penelitian ini: (1) Mendeskripsikan kegiatan Musrenbang desa/kelurahan. (2) Mendeskripsikan dan menganalisis karakteristik pemangku kepentingan, aspirasi, dan akses media informasi dalam Musrenbang desa/kelurahan. (3) Menganalisis hubungan karakteristik pemangku kepentingan, aspirasi dan akses media informasi dengan intensitas komunikasi pemangku kepentingan dalam Musrenbang desa/kelurahan. (4) Menganalisis efektivitas komunikasi dan kepuasan pemangku kepentingan dalam Musrenbang desa/kelurahan. Penelitian menggunakan metode campuran sekuensial (sequential mixed methods) dengan tahapan penelitian dimulai dari metode kualitatif deskriptif dan studi kasus. Pengumpulan data kualitatif melalui observasi langsung, analisis dokumentasi dan wawancara dengan pemilihan informan secara purposive sampling. Menggunakan analisis deskriptif, analisis interaktif dan analisis SWOT. Tahap selanjutnya menggunakan metode kuantitatif survei ekplanatif. Data kuantitatif melalui kuesioner dengan pengambilan sampel secara bertahap yaitu sampling klaster, rumus Slovin dan sampel berstrata. Menggunakan analisis uji Mann-Whitney dan uji korelasi Pearson dengan program SPSS 19.0, serta analisis jalur dengan program Lisrel 8.80. Lokasi penelitian di Desa Balokang dan Kelurahan Mekarsari di Kecamatan Banjar, Desa Rejasari dan Kelurahan Muktisari di Kecamatan Langensari di Kota Banjar Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan: (1)Musrenbang desa/kelurahan menghasilkan program pembangunan yang berorientasi pada pembangunan infrastruktur, pengadaan barang dan perlengkapan dibandingkan dengan program untuk pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan. Musrenbang pada kegiatan pembukaan bersifat formal dan komunikasi linier. Pada kegiatan musyawarah kelompok bidang pembangunan bersifat informal, dialogis dan dinamis. (2) Karakteristik pemangku kepentingan umumnya memiliki berusia tua (46-55 tahun), tingkat pendidikan menengah (SMP-SMA), berpengalaman berorganisasi dan pengalaman mengikuti Musrenbang serta motif yang kuat mengikuti Musrenbang desa/kelurahan. Aspirasi paling penting adalah hasil Musrenbang dusun/lingkungan. Pemangku kepentingan memiliki intensitas tinggi pada media informasi surat resmi dari pemerintah desa/kelurahan. Strategi yang dapat mendukung Musrenbang desa/kelurahan yaitu pembangunan sumber daya manusia, pembangunan berpusat pada rakyat dan pembangunan untuk keterbukaan media informasi dan akuntabilitas publik. Musrenbang dapat diselenggarakan sebagai forum komunikasi pembangunan untuk menyatukan kepentingan partisipatif dan teknokratis melalui pendekatan komunikasi deliberatif. (3) Faktor-faktor yang menentukan intensitas komunikasi pemangku kepentingan dalam proses dan pelaksanaan hasil Musrenbang adalah karakteristik pemangku kepentingan dari aspek pengalaman mengikuti Musrenbang dan intensitas mengakses media informasi dari surat resmi pemerintah desa/kelurahan dan papan pengumuman. Aspirasi berdasarkan hasil Musrenbang dusun/lingkungan menentukan intensitas komunikasi pemangku kepentingan dalam proses Musrenbang dan aspirasi yang sesuai dengan kepentingan masyarakat menentukan intensitas komunikasi dalam pelaksanaan hasil Musrenbang desa/kelurahan. (4) Karakteristik pemangku kepentingan pada tingkat pendidikan, pengalaman organisasi, pengalaman Musrenbang dan motif mengikuti Musrenbang untuk kepentingan masyarakat berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pada aspek mengetahui dan partisipasi dalam Musrenbang desa/kelurahan. Motif mengikuti Musrenbang untuk kepentingan organisasi berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pada aspek mempercayai dan partisipasi dalam Musrenbang desa/kelurahan. Aspirasi pemangku kepentingan dalam Musrenbang desa/kelurahan berdasarkan program yang belum terlaksanakan dan kepentingan organisasi berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pada aspek partisipasi. Aspirasi berdasarkan usulan dari masyarakat berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pada aspek mengetahui dan mempercayai. Aspirasi berdasarkan hasil Musrenbang dusun/lingkungan berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pada aspek mengetahui dan partisipasi. Aspirasi berdasarkan besaran anggaran berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi dari aspek mempercayai dan partisipasi dalam Musrenbang desa/kelurahan. Akses media informasi dari surat resmi dan papan pengumuman di kantor pemerintah desa/kelurahan berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pada aspek mengetahui, mempercayai dan partisipasi dalam Musrenbang desa/kelurahan. Akses media informasi dari radio lokal berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pada aspek mengetahui, akses media informasi dari spanduk dan baliho berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pada aspek mengetahui dan partisipasi dalam Musrenbang desa/kelurahan. Intensitas komunikasi pemangku kepentingan dengan pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi dalam Musrenbang desa/kelurahan pada aspek mempercayai dan aspek partisipasi. Berkomunikasi dengan perwakilan organisasi, fasilitator dan panitia penyelenggara berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi pada aspek mengetahui dalam Musrenbang desa/kelurahan. Efektivitas komunikasi pada aspek mengetahui dan partisipasi berpengaruh terhadap kepuasan pemangku kepentingan dalam proses Musrenbang desa/kelurahan dan pelaksanaan hasil. Efektivitas komunikasi pada aspek mempercayai berpengaruh terhadap kepuasan dalam pelaksanaan hasil Musrenbang desa/kelurahan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSociologyid
dc.subject.ddcCommunicationid
dc.titleKomunikasi Pemangku Kepentingan Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Di Kota Banjar Provinsi Jawa Baratid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordkomunikasi deliberatifid
dc.subject.keywordmedia informasiid
dc.subject.keywordmusyawarahid
dc.subject.keywordpemangku kepentinganid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record