Optimasi Ekstraksi Ciri Kontur Daun Menggunakan Interpolasi Nearest Neighbor Dan B-Spline
| dc.contributor.advisor | Herdiyeni, Yeni | |
| dc.contributor.advisor | Buono, Agus | |
| dc.contributor.author | Ristian, Uray | |
| dc.date.accessioned | 2017-03-01T03:32:44Z | |
| dc.date.available | 2017-03-01T03:32:44Z | |
| dc.date.issued | 2017 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83302 | |
| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara agraris yang terkenal akan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati. Hal inilah yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara biodiversitas terbesar di dunia. Akan tetapi perubahan kondisi cuaca yang ekstrim menyebabkan banyaknya tanaman yang mati. Ini disebabkan ketahanan tanaman yang tidak mampu menyesuaikan dengan ekosistem sekitarnya Oleh karena itu telah banyak penelitian yang dilakukan terkait keilmuan pertumbuhan suatu tanaman (plant growth). Dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, diharapkan dapat menemukan solusi dalam mengatasi dampak perubahan cuaca terhadap pertumbuhan tanaman. Plant morphology atau phytomorphology merupakan suatu bidang keilmuan yang mempelajari tentang struktur pertumbuhan eksternal/fisik suatu tanaman. Adapun bagian yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman adalah daun. Alasannya karena daun dapat memberikan informasi mengenai pertumbuhan tanaman tanpa merusak tanaman itu sendiri. Dengan teknik digitalisasi pertumbuhan kontur daun, data mengenai bentuk kontur daun diekstraksi untuk dianalisa bentuk pertumbuhannya untuk tiap jenis daun. Penelitian ini menerapkan metode b-spline dan interpolasi nearest neighbor pada fungsi tangent untuk menoptimalkan hasil ekstraksi fitur kontur daun. Penelitian ini menggunakan tujuh jenis bentuk daun yaitu berbentuk cordate, deltoid, elliptic, lanceolate, obovate, ovate dan reniform. Titik landmark daun diperoleh dengan menggunakan polygonal approximation. Metode ini merepresentasikan bentuk kontur daun pada citra menjadi titik-titik landmark yang lebih sederhana tanpa mengubah bentuk dasarnya. Titik-titik landmark dihubungkan dengan garis lurus membentuk poligon kontur daun. Fungsi tangent digunakan untuk mengukur jarak dan kemiringan titik landmark pada kontur daun. Jarak dan kemiringan antar titik landmark direpresentasikan ke dalam bentuk kurva fungsi tangent untuk proses ekstraksi ciri. Interpolasi nearest neighbor pada kurva fungsi tangent digunakan untuk meningkatkan kualitas ekstraksi ciri kontur daun. B-spline approximation digunakan untuk memperbaiki kualitas titik landmark kontur daun. Titik-titik landmark dihubungkan menggunakan fungsi bspline sehingga menghasilkan kontur yang mendekati kontur daun aslinya. Kontur daun b-spline yang dihasilkan diekstraksi cirinya menggunakan fungsi tangent dan interpolasi nearest neighbor. Hasil penelitian ini didapatkannya pemodelan kontur daun dan hasil ekstraksi fitur kontur daun mendekati kontur daun asli. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Computer Science | id |
| dc.subject.ddc | Computer Programs | id |
| dc.subject.ddc | 2015 | id |
| dc.subject.ddc | Bogor - Jawa Barat | id |
| dc.title | Optimasi Ekstraksi Ciri Kontur Daun Menggunakan Interpolasi Nearest Neighbor Dan B-Spline | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Kontur daun | id |
| dc.subject.keyword | polygonal approximation | id |
| dc.subject.keyword | ekstraksi fitur | id |
| dc.subject.keyword | interpolasi nearest neighbor | id |
| dc.subject.keyword | b-spline approximation | id |

