Show simple item record

dc.contributor.advisorDadang
dc.contributor.advisorHarahap, Idham Sakti
dc.contributor.authorTarigan, Sri Ita
dc.date.accessioned2017-02-28T09:10:06Z
dc.date.available2017-02-28T09:10:06Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83270
dc.description.abstractSelama penyimpanan produk pasca panen di pergudangan, seringkali ditemukan kerusakan pada produk simpanan yang disebabkan oleh infestasi serangga. Meskipun demikian, berbagai usaha telah dilakukan untuk mengendalikan dan mengelola serangga hama seperti penggunaan pestisida sintetik. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa beberapa insektisida dan fumigan mengakibatkan terjadinya resistensi pada beberapa serangga gudang. Produk pasca panen dan olahan seperti gandum, kacang, jagung, dan tepung seringkali diinfestasi oleh Tribolium castaneum (Tribolium: Tenebrionidae) dan Callosobruchus maculatus (Coleoptera: Bruchidae) sehingga mengakibatkan kerusakan berat dan kehilangan hasil. Oleh karena itu dalam upaya menghadapi masalah tersebut di atas, perlu mencari alternatif fumigan untuk mengendalikan dan mengelola serangga hama gudang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan minyak atsiri kapulaga (Ellateria cardamomum: Zingiberaceae), kayu manis (Cinnamomum aromaticum: Lauraceae), dan pala (Myristica fragrans: Myrtaceae) terhadap T. castaneum dan C. maculatus dan untuk mempelajari efek fisiologi ketiga minyak atsiri terhadap T. castaneum dan C. maculatus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri kayu manis memiliki efikasi yang lebih tinggi terhadap telur, larva, dan imago C. maculatus dengan nilai LC50 berturut-turut adalah 0.019%, 0.132%, 0.186% sedangkan nilai LC50 telur, larva, dan imago T. castaneum berturut-turut adalah 1.051%, 0.109%, 1.239%. Minyak atsiri kayu manis lebih efektif terhadap kedua spesies serangga dibandingkan dengan minyak atsiri kapulaga dan pala. Ketiga minyak atsiri mempengaruhi proses fisiologi dengan cara memicu terjadinya penurunan kandungan karbohidrat, protein, lemak, aktivitas enzim esterase dan glutation s-transferase pada larva instar ketiga T. castaneum dan C. maculatus. Kayu manis merupakan minyak atsiri yang paling efektif dalam mengendalikan kedua serangga uji dan dalam aplikasinya bersifat ramah lingkungan dan efisien bagi masyarakat lokal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEntomologyid
dc.subject.ddcColeopteraid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor - Jawa Baratid
dc.titleToksisitas dan Efek Fisiologi Tiga Minyak Atsiri terhadap Tribolium castaneum dan Callosobruchus maculatusid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordkapulagaid
dc.subject.keywordkayu manisid
dc.subject.keywordmortalitasid
dc.subject.keywordpalaid
dc.subject.keywordtoksisitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record