Show simple item record

dc.contributor.advisorMartianto, Drajat
dc.contributor.advisorSukandar, Dadang
dc.contributor.authorRenyoet, Brigitte Sarah
dc.date.accessioned2017-01-30T07:56:11Z
dc.date.available2017-01-30T07:56:11Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82828
dc.description.abstractNegara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di dunia, tengah mengalami masalah gizi ganda atau Double Burden of Malnutrition (DBM) yaitu stunting dan obesitas. Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke lima dunia untuk jumlah anak yang stunting dan World Health Organization menyebutkan prevalensi obesitas pada anak di negara berpenghasilan rendah dan menengah telah mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir. Dampak dari stunting adalah penurunan kemampuan kognitif dan meningkatkan risiko obesitas serta Penyakit Tidak Menular (PTM). Masalah obesitas itu sendiri juga merupakan salah satu faktor yang meningkatkan tingginya risiko PTM pada saat dewasa. Menurunnya kualitas sumber daya manusia diakibatkan karena produktivitas menyebabkan kehilangan potensi ekonomi yang akan berdampak pada kerugian ekonomi individu dan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan estimasi besar potensi kerugian ekonomi akibat stunting dan obesitas pada balita di Indonesia. Tujuan khusus penelitian ini adalah 1) melakukan estimasi potensi ekonomi yang hilang akibat stunting pada balita, dan 2) melakukan estimasi potensi ekonomi yang hilang akibat obesitas pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari hasil survei beberapa instansi terkait di Indonesia tahun 2013 khususnya Riskesdas, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Kesehatan. Penelitian dilakukan di Bogor, dilaksanakan bulan Desember 2015 sampai Maret 2016. Data dianalisis secara deskritif dengan menggunakan perhitungan kerugian ekonomi akibat stunting dari rumus Konig 1995 dengan faktor koreksi dari Horton 1999, menghitung kerugian ekonomi akibat ketidakhadiran kerja dan biaya perawatan (rawat inap dan rawat jalan) karena obesitas menggunakan rumus dari Pitayatienanan et al. 2014 dan faktor koreksi dari Guo et al. 2002. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan besar potensi kerugian ekonomi secara nasional akibat produktivitas yang rendah pada balita stunting berkisar Rp 3 057 miliar – Rp 13 758 miliar atau 0.04% - 0.16% dari total PDB Indonesia. Potensi kerugian ekonomi obesitas pada balita dihitung berdasarkan nilai kini kerugian ekonomi balita obesitas yang tetap obesitas saat dewasa sehingga hasil potensi kerugian dilihat dari rendahnya produktivitas akibat ketidakhadiran kerja yaitu berkisar Rp 260 miliar - Rp 371 miliar atau 0.003% - 0.004% dari total PDB Indonesia dan kerugian ekonomi akibat biaya rawat inap dan rawat jalan karena comorbidities dari obesitas berkisar Rp 3 492 miliar - Rp 8 588 miliar atau 0.04% - 0.10% dari total PDB Indonesia. Besar potensi ekonomi yang hilang akibat masalah gizi ganda pada balita secara nasional berkisar Rp 15 898 miliar - Rp 26 599 miliar atau 0.2% - 0.3% dari PDB Indonesia.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcNutritionid
dc.subject.ddcObesityid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleEstimasi Potensi Kerugian Ekonomi Karena Stunting Dan Obesitas Pada Balita Di Indonesiaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordekonomiid
dc.subject.keywordproduktivitasid
dc.subject.keywordbalita 0-59 bulanid
dc.subject.keywordmasalah gizi gandaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record