Show simple item record

dc.contributor.advisorAtmowidi, Tri
dc.contributor.advisorKahono, Sih
dc.contributor.authorPangestika, Norita Widya
dc.date.accessioned2017-01-30T07:10:57Z
dc.date.available2017-01-30T07:10:57Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82618
dc.description.abstractLebah tak bersengat (Hymenoptera: Apidae) tersebar luas di daerah tropik dan subtropik. Lebah ini mulai diternakkan oleh masyarakat karena dapat menghasilkan madu dan propolis. Keberadaan musuh alami dapat mengganggu koloni yang mempengaruhi struktur sarang dan produktivitas lebah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari struktur sarang umum dan struktur sarang tambahan pada lebah tak bersengat yang disebabkan oleh musuh alami. Penelitian ini juga bertujuan untuk menghitung jumlah polen yang menempel pada tubuh lebah dan flower constancy pada tiga spesies lebah tak bersengat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2015. Sampel lebah tak bersengat diambil dari tiga lokasi, yaitu Pasuruan (Jawa Timur), Tasikmalaya (Jawa Barat), dan Rangkasbitung (Banten). Analisis deskriptif digunakan untuk membandingkan struktur dan komposisi sarang pada bambu dan struktur sarang tambahan yang disebabkan oleh musuh alami. Pollen load dan flower constancy diukur pada tiga spesies lebah tak bersengat yaitu Heterotrigona itama, Lepidotrigona terminata, dan Tetragonula laeviceps. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menguji hubungan antara bobot tubuh individu lebah tak bersengat dengan jumlah polen yang dibawanya. Struktur dan komposisi sarang lebah tak bersengat secara umum adalah saluran masuk sarang, pot pakan (madu dan polen), dan sel anakan. Koloni lebah tak bersengat dari Pasuruan dan Tasikmalaya tidak ditemukan adanya musuh alami dan tidak membuat struktur sarang tambahan. Koloni lebah tak bersengat dari Rangkasbitung ditemukan struktur sarang tambahan, seperti saluran masuk bagian dalam dilapisi dengan batumen dan cerumen yang tebal serta membuat struktur seperti akar. Musuh alami ditemukan pada koloni asal Rangkasbitung, yaitu kecoa (Blattodea: Blattidae), kumbang Platysoma leconti (Coleoptera: Histeridae), kumbang Carpophilus sp. (Coleoptera: Nitidulidae), dan semut Pheidole sp. (Hymenoptera: Formicidae). Koloni lebah tak bersengat yang bersarang di bawah tanah memiliki struktur berbentuk bulat seperti bola dengan sel anakan di bagian dasar dan dilapisi oleh pot pakan dan involucrum. Flower constancy pada tiga spesies stingless bees diukur berdasarkan persentase tipe polen yang dibawa pada tubuh setiap individu. Spesies lebah tak bersengat H. itama membawa polen pada tubuhnya paling banyak (31392 butir polen), diikuti lebah L. terminata (23017 butir polen), dan T. laeviceps (8015 butir polen). Spesies ini juga menunjukkan perbedaan flower constancy. Lebah T. laeviceps menyukai bunga dari famili Poaceae (74.49%), L. terminata pada bunga Euphorbiaceae (80.46%), dan T. itama pada bunga Solanaceae (83.33%).id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcKeeping Breedingid
dc.subject.ddcApicultureid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcIndonesiaid
dc.titleStruktur Sarang Tambahan Dan Flower Constancy Pada Lebah Tak Bersengat (Hymenoptera: Apidae).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordLebah Tak Bersengatid
dc.subject.keywordsarangid
dc.subject.keywordmusuh alamiid
dc.subject.keywordpollen loadsid
dc.subject.keywordflower constancyid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record