| dc.description.abstract | Kulit ikan ekor kuning merupakan salah satu komoditi yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil kolagen. Kolagen dapat diekstraksi
secara kimiawi maupun kombinasi antara proses kimiawi dan enzimatis. Ekstraksi
kolagen secara kimiawi dapat dilakukan dengan proses asam yang menghasilkan
kolagen larut asam (ASC) atau ekstraksi enzimatis dengan penambahan enzim
tertentu dalam proses ekstraksi. Enzim yang umum digunakan dalam ekstraksi
kolagen adalah enzim pepsin. Enzim pepsin komersil memiliki kelemahan yaitu
berasal dari babi sehingga tidak dapat digunakan oleh umat muslim berkaitan
dengan kehalalannya, sedangkan enzim pepsin yang berasal dari sapi sulit dicari
dan mahal. Enzim papain merupakan salah satu jenis enzim proteolitik yang dapat
digunakan untuk mengekstrak kolagen selain pepsin. Enzim papain komersil
harganya murah dan mudah didapatkan di pasaran serta berlabel halal karena
sumber bahan bakunya yang berasal dari buah pepaya. Kolagen yang diekstrak
menggunakan papain disebut kolagen larut papain (PaSC). Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan konsentrasi dan waktu optimum ekstraksi dan karakter kolagen
larut asam dan papain dari kulit ikan ekor kuning.
Metode ekstraksi kolagen kulit ikan ekor kuning dibagi menjadi tiga tahap
yaitu preparasi bahan baku, deproteinasi menggunakan NaOH, dan ekstraksi
menggunakan asam asetat (ASC) dan campuran asam dengan enzim papain
(PaSC). Preparasi bahan baku dilakukan dengan membersihkan kulit dari daging
dan sisik kemudian dipotong-potong dengan ukuran 0.5x0.5 cm2. Proses
deproteinasi dengan NaOH dilakukan pada konsentrasi 0.05; 0.1; dan 0.15 M
sampai 10 jam dan setiap 2 jam larutan diganti untuk diuji kelarutan proteinnya
dengan uji biuret. Tahap ketiga yaitu ekstraksi menggunakan asam asetat pada
konsentrasi 0.3; 0.5; dan 0.7 M selama 1, 2, dan 3 hari untuk pembuatan kolagen
ASC dan penambahan enzim papain pada konsentrasi 0-25.000 U/mg/g kulit
untuk pembuatan kolagen larut papain (PaSC). Hasil kolagen ASC dan PaSC kulit
ikan ekor kuning kemudian diuji karakter fisikokimianya yaitu rendemen, asam
amino, berat molekul, stabilitas suhu, dan struktur permukaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan NaOH dengan
konsentrasi 0.05 M dengan waktu perendaman 8 jam mampu melarutkan protein
non kolagen dalam jumlah yang optimal. Kombinasi perlakuan asam asetat
dengan konsentrasi 0.3 M selama 3 hari dan penggunaan enzim papain dengan
konsentrasi 5,000 U/mg/g kulit mampu menghasilkan kelarutan kolagen yang
tertinggi. Rendemen kolagen ASC yang dihasilkan adalah 18.4±1.49% (bk)
sedangkan rendemen kolagen PaSC adalah 33.28±2.74% (bk). Penggunaan enzim
papain mampu meningkatkan rendemen kolagen. Penggunaan konsentrasi enzim
yang tepat akan memutus ikatan silang (cross-linked) pada bagian telopeptida
kolagen sehingga meningkatkan jumlah kolagen yang terlarut. Komposisi asam
amino yang dominan pada kolagen ASC adalah glisina (25.09±0.003%), alanina
(13.71±0.075%), dan prolina (12.15±0.132%) dan pada PaSC adalah glisina
(26.17±0.029%), alanina (13.56±0.025%), dan prolina (12.34±0.048%). Glisina,
prolina, dan alanina merupakan tiga asam amino utama penyusun kolagen.
Kolagen PaSC memiliki kandungan asam amino yang lebih tinggi dibandingkan
ASC. Kolagen ASC dan PaSC dari kulit ikan ekor kuning memiliki struktur
protein α1, α2, β dan γ. Bobot molekul ASC adalah 133 (α1), 117 (α2), 194-212
(β), dan 251 (γ) KDa. Bobot molekul PaSC adalah 122 (α1), 112 (α2), 186-203
(β), dan 251 (γ) KDa. Kolagen PaSC memiliki stabilitas suhu yang lebih tinggi
(77.05oC) dibandingkan kolagen ASC (67.69oC) karena mengandung asam amino
prolin yang lebih tinggi sehingga kestabilannya terhadap suhu semakin tinggi.
Struktur permukaan kolagen ASC berdasarkan analisis SEM memiliki serat-serat
putih pada permukaannya sedangkan pada kolagen PaSC tidak ada. Hal ini
disebabkan karena enzim papain mampu memecah protein dan serat-serat
tersebut.
Penggunaan enzim papain mampu meningkatkan hasil rendemen, asam
amino, dan kestabilan suhu kolagen dibandingkan dengan kolagen ASC, serta
tidak merusak struktur α1, α2, β dan γ yang menjadi ciri khas kolagen, dan dapat
memecah serat-serat kolagen menjadi lebih kecil. | id |