Show simple item record

dc.contributor.advisorSarma, Ma’mun
dc.contributor.advisorSyamsun, Muhammad
dc.contributor.authorArfanly, Bibi
dc.date.accessioned2017-01-30T06:55:19Z
dc.date.available2017-01-30T06:55:19Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82559
dc.description.abstractKabupaten Kendal memiliki potensi pengembangan industri rumahan yang cukup baik. Pemasaran merupakan salah satu aspek penting yang dibutuhkan pada pengembangan industri rumahan Kabupaten Kendal. Salah satu pendekatan yang saat ini muncul dalam penerapan pemasaran produk oleh pelaku usaha kecil menengah adalah entrepreneurial marketing. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik pelaku usaha dan profil usaha industri rumahan di Kabupaten Kendal, (2) menganalisis pencapaian entrepreneurial marketing yang diterapkan pelaku usaha industri rumahan di Kabupaten Kendal, (3) menganalisis pengaruh entrepreneurial marketing terhadap kinerja pemasaran pada industri rumahan di Kabupaten Kendal, dan (4) menganalisis prioritas strategi pemasaran untuk pengembangan industri rumahan melalui strategi entrepreneurial marketing. Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan di Kabupaten Kendal yang telah dijadikan kawasan model percontohan industri rumahan nasional yaitu Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Patebon. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuisioner dan wawancara mendalam kepada pakar. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui data penelitian Kementerian Pemberdayaaan Perempuan dan Pengembangan Anak (KPPPA) yang bekerja sama Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor pada tahun 2014. Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis transformasi indeks, analisis structural equation modeling (SEM) dengan pendekatan partial least squares (PLS), serta Analytic Network Process (ANP) Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pelaku usaha secara umum memiliki tingkat pendidikan yang masih rendah, di mana mayoritas pelaku usaha (61,2%) tidak memperoleh pendidikan minimal 12 tahun. Dari sisi usia, mayoritas berapa pada rentang usia produktif 30-40 tahun. Berdasarkan karakteristik usaha industri rumahan, mayoritas usaha yang dijalankan berumur 1-3 tahun. Mayoritas pelaku usaha mengaku bahwa dengan usaha yang dijalankan merupakan tambahan pendapatan bagi keluarga dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga hingga sebesar 50%. Kemampuan entrepreneurial marketing pelaku usaha industri rumahan secara keseluruhan mencapai 60%. Hal tersebut menunjukan bahwa entrepreneurial marketing yang telah diterapkan oleh pelaku usaha sudah cukup baik. Variabel konsep, strategi, dan intelegensi pasar pada entrepreneurial marketing berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pemasaran. Di sisi lain, variabel metode pemasaran tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kinerja pemasaran. Intelegensi pasar merupakan prioritas alternatif pemasaran yang paling penting untuk dilakukan dalam pengembangan industri rumahan dengan nilai rater agreement yang tinggi sebesar 78% (W=0,78).id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcManagementid
dc.subject.ddcEntrepreneurshipid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcKendal-Jawa Timurid
dc.titleAnalisis Strategi Entrepreneurial Marketing Pada Industri Rumahan Kabupaten Kendal Serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pemasaranid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordindustri rumahanid
dc.subject.keywordkinerja pemasaranid
dc.subject.keywordpemasaran kewirausahaanid
dc.subject.keywordusaha mikro kecil menengahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record