Show simple item record

dc.contributor.advisorJunior, Muhammad Zairin
dc.contributor.advisorSoelistyowati, Dinar Tri
dc.contributor.advisorWidanarni
dc.contributor.authorElisdiana, Yeni
dc.date.accessioned2016-12-28T03:31:44Z
dc.date.available2016-12-28T03:31:44Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82404
dc.description.abstractIkan patin merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang memiliki permintaan yang tinggi. Pemenuhan permintaan tersebut membutuhkan ketersediaan benih dalam jumlah masal dan berkelanjutan. Dari sisi pengadaan benih terdapat kendala yaitu perkembangan gonad patin siam yang lambat. Oleh karena itu perlu dilakukan induksi perkembangan gonad ikan patin siam. Bahan yang umumnya digunakan dalam induksi perkembangan gonad ikan adalah hormon sintetis seperti LHRH-a dan 17α-metiltestosteron. Tetapi penggunaan hormon sintetis terutama kelompok steroid mulai dibatasi karena memiliki efek yang tidak baik bagi biota maupun lingkungan. Oleh sebab itu, perlu digunakan bahan alternatif yang lebih aman seperti cabe jawa. Cabe jawa merupakan salah satu tanaman afrodisiaka yang memiliki efek hormonal. Bahan aktif yang diduga memiliki pengaruh terhadap reproduksi adalah alkaloid piperin dan sitosterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian ekstrak cabe jawa melalui pakan terhadap akselerasi perkembangan gonad ikan patin siam jantan. Penelitian ini dilakukan pada dua stadia ikan yaitu stadia juvenil dan calon induk. Perlakuan yang diberikan meliputi ekstrak cabe jawa (ECJ) 37,5 dan 187,5 mg kg ikan-1hari-1, 17-α metiltestosteron, serta kontrol melalui pakan komersil dengan kadar protein 30-33%. Pakan perlakuan diberikan sebanyak tiga kali sehari selama delapan minggu dengan feeding rate sebesar 3% untuk juvenil dan 2% untuk calon induk. Parameter uji yang diamati antara lain kelangsungan hidup, gonadosomatic index (GSI), konsentasi testosteron darah, histologi gonad, dan kualitas sperma meliputi kepadatan, volume, pH, spermatokrit, and motilitas sperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ECJ meningkatkan GSI pada kedua stadia ikan (p<0,05). Kadar testosteron ikan yang diberi perlakuan ECJ lebih tinggi dibandingkan kontrol pada dosis 37,5 mg kg ikan-1hari-1 untuk juvenil dan 187,5 mg kg ikan-1hari-1 untuk calon induk(p<0,05). Hasil skoring perkembangan gonad juvenil perlakuan ECJ 37,5 mg kg ikan-1hari-1 menunjukkan hasil yang sama dengan 17-α metiltestosteron pada minggu kedelapan. Sebaran spermatozoa calon induk mencapai 75% pada perlakuan ECJ dan kurang dari 50% pada kontrol. Kualitas sperma meliputi kepadatan, volume, dan motilitas, perlakuan ECJ lebih baik daripada kontrol (p<0,05). Kadar spermatokrit pada semua perlakuan ECJ menunjukkan hasil yang sama dengan perlakuan 17α- Metiltestosteron (p>0,05). Jadi dapat disimpulkan ECJ yang diberikan melalui pakan selama delapan minggu dapat meningkatkan GSI dan kadar testosteron ikan patin siam stadia juvenil dengan dosis terbaik yaitu 37,5 mg kg ikan-1 hari-1 serta stadia calon induk dengan dosis terbaik yaitu 187,5 mg kg ikan-1 hari-1. Selain itu ECJ dapat meningkatkan kepadatan dan motilitas sperma calon induk patin siam.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcAquacultureid
dc.subject.ddc2014id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleInduksi Perkembangan Gonad Ikan Patin Siam (Pangasianodon Hypopthalmus) Jantan Dengan Pemberian Ekstrak Cabe Jawa (Piper Retrofractum) Melalui Pakanid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordekstrak cabe jawaid
dc.subject.keywordperkembangan gonadid
dc.subject.keywordpatin siamid
dc.subject.keywordjuvenilid
dc.subject.keywordcalon indukid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record