Keselektifan ametrina terhadap beberapa varietas tebu
View/ Open
Date
1976Author
Kuntohartono, Tonny
Rumawas, Fred
Nasoetion, Andi Hakim
Suseno, Hari
Sutamihardja, Tjang Mushadji
Metadata
Show full item recordAbstract
Varietas-varietas tebu Indonesia berbeda kepekaannya ter-(2-metiltio-4-(etilsmine)-6-(isopropilamino)--hadap ametrina triazina). Varietas POJ 3067 dan Ps 30 tergolong peka, POJ 3016 agak peka, Ps 8 dan Ps 41 tahan terhadap penyemprotan pada dosis 2 dan 4 kg/ha. Varietas peka ditunjukkan oleh gejala keracunan di daun, berkurangnya jumlah tunas serta menurunnya bobot tebu dan hasil gulanya. Varietas yang agak peka ditunjukkan oleh gejala keracunan sementara ditajuknya. Tidak terdapat gangguan pertumbuhan tebu dan penurunan hasil panen varietas agak peka dan tahan akibat penyemprotan ametrina.
Beda kepekaan terhadap ametrina adalah sifat inherent varietas. Dalam larutan hara Ps 30 7.7 dan 12.1 kali lebih peka terhadap Ps 41, masing-masing terhadap ametrina yang diserap a-kar dan daunnya.
Kurva respons varietas terhadap penyemprotan ametrina dapat dipakai sebagai kriteria pengelompokan kepekaan varietas-varietas. Enam kelompok kepekaan diperoleh dari 71 yang diuji, serta hanya satu kelompok yang terdiri daripada 19 varietas tahan terhadap ametrina. Penerapan kelompok kepekaan pada silsilah varietas dipakai untuk melacak asal sifat kepekaan varietas terhadap ametrina. Sifat peka Ps 30 diduga diturunkan oleh species Saccharum officinarum, sifat tahan Ps 41 diduga diturunkan oleh Sorghum vulgare dan sifat sangat peka diduga diturunkan oleh Saccharum spontanoum.
Keracunan ametrina pada varietas peka dapat dihindarkan dengan penyemprotan sedini-dininya dengan menghindari pembasahan tajuknya, atau pemberian ke tanah sebelum penanaman. Keracunan parah terjadi skibat penyemprotan ametrina ke tajuk dan ke tanah bersama-sama.
Penyerapan ametrina oleh daun tebu (Ps 30 dan Ps 41) ber-langsung cepat pada empat jam pertama, kemudian berangsur-angsur bertambah secara lambat setelah itu. Kondisi lingkungan kecil pengaruhnya terhadap penyerapan. Jumlah ametrina yang terserap bertambah banyak dengan makin tahannya varietas tebu terhadapnya.
Translokasi ametrina dari akar ke daun lebih besenr terjadi pada varietas peka (Pa 30) daripada tahan (Ps 41). Akumulasi ametrina di Ps 30 adalah di daun muda, nedangkan di Du 41 adalah di batang dan akarnya.
Daya racun nisbi terhadap ametrina daripada senyaws-senyawa metabolitnys yakni G8 11354, GS 11355 dan GS 26831 ditentukan dengan uji hayati tanaman kedelai No. 1340 dan tebu Ps 30. Hasil perombakan dealkilasi-N ametrina yakni ketiga senyawa tersebut diatas, masih beracun terhadap tebu. Berturut-turut daya racun nisbinya adalah setengah, seper duabelas dan seper seratus tigabelas. Sedangkan senyawa metabolit terakhir yakni amelina dan amelida diketahui bidak beracun terhadap tanaman. …
Collections
- DT - Agriculture [785]

