Show simple item record

dc.contributor.advisorEffendi, Hefni
dc.contributor.advisorSetiawan, Yudi
dc.contributor.authorAgaton, Mufubi
dc.date.accessioned2016-09-21T01:57:26Z
dc.date.available2016-09-21T01:57:26Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/81566
dc.description.abstractHulu DAS Citarum terancam secara kritis oleh penggunaan lahan/perubahan tutupan lahan (LULCC) terutama akibat konversi hutan, ekspansi pertanian dan pertumbuhan kota Bandung yang cepat. Perubahan tersebut menyebabkan degradasi kondisi DAS yang secara signifikan mempengaruhi kualitas air hulu sungai Citarum. Untuk mengendalikan degradasi tersebut monitoring LULCC secara periodik sangat penting dilakukan. Studi ini mengunakan teknik GIS dan RS untuk mendeteksi LULCC di daerah hulu DAS Citarum antara tahun 1997 dan 2014. Model Improved Export Coefficient Model (IECM) digunakan untuk memperkirakan total polutan TN dan TP tahunan yang mencemari sungai Citarum. Model ini didasarkan pada prinsip bahwa beban pencemaran TN dan TP setiap tahun pada badan air adalah jumlah dari beban individu-individu yang diekspor dari masing-masing sumber nutrisi pada DAS. Faktor-faktor dampak lereng dan curah hujan ditentukan untuk mengevaluasi efek heterogenitas lereng, dan spasial dan curah hujan temporal yang tidak ,merata beban polutan dalam studi DAS. Survei literatur dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang koefisien ekspor, kepadatan populasi penduduk dan ternak, kondisi curah hujan serta data studi kualitas air DAS masa lalu. Hasil analisis LULC mengungkapkan bahwa terdapat enam jenis LULC utama di daerah penelitian yaitu hutan, pertanian, daerah terbangun/pemukiman, tanah kosong, semak dan badan air. Analisis lebih lanjut menunjukkan perubahan yang signifikan dalam proporsi berbagai jenis LULC dari tahun 1997 hingga 2014. Perubahan yang terlibat terutama konversi lahan dari hutan menjadi lahan pertanian dan lahan pertanian menjadi pemukiman. Konversi hutan adalah perubahan penggunaan lahan yang dominan sementara urbanisasi (pemukiman) adalah pendorong utama terjadinya LULCC. Analisis lereng menghasilkan nilai faktor dampak lereng pada kisaran 0 hingga 2,73 sedangkan analisis curah hujan dihasilkan nilai faktor dampak curah hujan antara 0,92 hingga 2,23 untuk tahun 2005, dan 0,92 hingga 1,56 untuk tahun 2014. Model memperkirakan beban polutan tahunan adalah 1,7335x104 TN dan 1.682x103 TP untuk 2005, sedangakan untuk tahun 2014 dan 2.098x104 TN dan 2.019x103 TP. Pemukiman dan pertanian diidentifikasi sebagai NPS dominan / prioritas dari TN dan TP di wilayah studi. Hutan dan semak adalah NPS paling kecil dari TN dan TP di wilayah studi. Hasil studi juga mengungkapkan bahwa pengaruh kuat dari LULCC pada kualitas air seperti yang diperagakan oleh variasi beban polutan tahunan perubahan LULC untuk dua periode studi (2005 dan 2014). Akurasi prediksi menghasilkan 3,7% TN dan 4,4% TP dari beban polutan yang diamati, menunjukan bahwa IECM sangat handal dalam memprediksi beban polutan NPS TN dan TP pada DAS.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEnvironmental scienceid
dc.titleMenilai Dampak Perubahan Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan Pada Polutan Sumber Non-Point Total Nitrogen Dan Total Fosfor Pemuatan Di Hulu Das Citarum.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordLULCCid
dc.subject.keywordCitarumid
dc.subject.keywordGISid
dc.subject.keywordRSid
dc.subject.keywordfaktor dampak lerengid
dc.subject.keywordfaktor dampak curah hujanid
dc.subject.keywordIECMid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record